EDGE, PT Indointernet Tbk, mengumumkan langkah strategis untuk go private dan delisting dari Bursa Efek Indonesia. Keputusan ini dipicu restrukturisasi di Digital Edge Hong Kong Ltd yang fokus pada penguatan integrasi operasional, pengembangan pusat data regional, serta restrukturisasi modal untuk meningkatkan fleksibilitas pengambilan keputusan di tingkat grup. Dalam keterbukaan informasi BEI, manajemen menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan strategi grup untuk mendukung kegiatan usaha perseroan.
Secara ringkas, EDGE menyatakan kegiatan usahanya akan ditopang oleh grup perusahaan sehingga kebutuhan pendanaan dari pasar modal tidak lagi diperlukan. Perubahan ini juga menandai pergeseran fokus pada pengelolaan portofolio investasi dan aset tanpa tekanan volatilitas harga saham di pasar publik.
Manajemen menekankan bahwa fleksibilitas operasional, efisiensi produktivitas, dan potensi pengembangan bisnis menjadi fokus utama. Restrukturisasi usaha di masa mendatang bisa dilakukan jika diperlukan untuk menjaga kinerja dan daya saing perusahaan.
Selama ini saham EDGE tidak aktif diperdagangkan di BEI karena frekuensi dan volume perdagangan yang terbatas, sehingga likuiditas pemegang saham publik rendah. Minimnya aktivitas transaksi membatasi fungsi pasar sebagai sarana likuiditas dan jalur keluar investasi.
Rencana go private dan delisting diajukan melalui tender sukarela oleh Digital Edge. Perkiraan saham yang akan ditender adalah hingga 159.598.500 lembar, sekitar 7,90 persen dari total saham ditempatkan dan disetor penuh perseroan, jika RUPSLB menyetujui langkah ini.
Digital Edge menyatakan kesiapan membiayai tender dari kas internal sehingga pemegang saham publik memiliki peluang untuk menjual saham mereka melalui proses tender. Keputusan akhir tetap tergantung persetujuan RUPSLB dan evaluasi dampak jangka panjang bagi harga saham serta likuiditas di masa depan.