Ekspor Malaysia melonjak 19,6% didorong elektronik; Ringgit menguat terhadap USD di tengah dinamika politik

Signal USD/MYRSELL
Open3.900
TP3.750
SL3.980
trading sekarang

Analisis Commerzbank Charlie Lay dan Moses Lim menyoroti laporan ekspor Malaysia pada Januari yang melonjak 19,6% secara tahunan. Lonjakan didorong oleh permintaan tinggi untuk produk elektronik dan peralatan optik yang berkelas. Fenomena ini menegaskan posisi Malaysia sebagai pemasok bernilai tambah di rantai pasokan global.

Para pelaku pasar melihat dukungan kuat dari kinerja manufaktur bernilai tinggi, yang mencerminkan kemampuan eksportir lokal untuk menangkap peluang permintaan internasional. Matrade menekankan bahwa hasil tersebut mencerminkan daya saing dan ketahanan ekspor Malaysia terhadap gejolak global. Meskipun optimisme meningkat, analis menekankan bahwa laju pertumbuhan kemungkinan melambat secara moderat pada beberapa bulan mendatang.

Otoritas perdagangan Malaysia menggarisbawahi bahwa momentum tersebut mencerminkan keberhasilan strategi ekspor dan diversifikasi pasar. Mereka menilai bahwa kejutan positif di Januari menegaskan kapasitas sektor manufaktur untuk tetap kompetitif. Namun prospek jangka menengah mengindikasikan perlambatan yang diantisipasi meski tetap bernilai positif untuk 2026.

Koalisi pemerintahan kini berada di bawah sorotan lebih intens, dengan langkah politik yang menimbulkan pertanyaan atas kelanjutan reform. Partai DAP yang merupakan kelompok inti dalam pemerintahan sedang mempertimbangkan relokasi beberapa menteri ke posisi backbench. Langkah ini mencerminkan dinamika dukungan publik yang menurun terhadap pimpinan saat ini.

Para analis menilai bahwa kemajuan reformasi ekonomi dan politik belum berjalan secepat yang diharapkan, sehingga pandangan investor menjadi hati-hati. Perubahan konfigurasi kabinet menambah risiko kebijakan dan menambah volatilitas jangka pendek. Meski demikian, para pelaku pasar juga menggarisbahi bahwa proyek investasi dan arus modal asing tetap terbuka karena prospek pertumbuhan jangka panjang yang positif.

Di sisi arus portofolio, aliran masuk asing tetap positif meski konteks politik membatasi optimisme. Secara kumulatif, arus masuk bersih mencapai USD355 juta sepanjang tahun ini, dibandingkan dengan outflow USD885 juta pada periode yang sama tahun lalu. Data ini menunjukkan pergeseran preferensi investor terhadap aset negara dengan profil risiko lebih moderat meskipun ketidakpastian politik terus berlanjut.

Di pasar mata uang, USD/MYR melemah 0,2% ke level sekitar 3,90 pada Jumat lalu dan menurun 0,1% untuk pekan ini. Kemudian, ringgit tampil lebih kuat dalam konteks year-to-date dengan penguatan sekitar 4% terhadap dolar AS. Pergerakan ini menandakan respons positif terhadap prospek ekonomi Malaysia dan dinamika eksternal.

Data aliran portofolio memperkuat pandangan positif, dengan net inflows mencapai USD355 juta pada tahun berjalan, meski ada pergeseran risiko politik yang tetap ada. Investor asing menunjukkan minat yang cukup stabil meski volatilitas regional masih ada. Secara teknis, para analis menilai bahwa tren nilai tukar dapat tetap rentan terhadap berita kebijakan dan data neraca perdagangan yang masuk.

Analisa menyimpulkan bahwa sikap pasar jangka menengah tetap optimistis meski risiko politik membayangi. Sinyal perdagangan yang relevan menunjukkan peluang bagi mata uang ringgit yang terus menguat terhadap dolar dalam konteks keseimbangan pertumbuhan dan aliran modal. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.

broker terbaik indonesia