Emas Menguat Setelah Putusan SCOTUS Atas Tarif Trump Dorong Ketidakpastian Kebijakan dan Ketegangan Geopolitik

Emas Menguat Setelah Putusan SCOTUS Atas Tarif Trump Dorong Ketidakpastian Kebijakan dan Ketegangan Geopolitik

Signal XAU/USDBUY
Open5208
TP5500
SL5100
trading sekarang

Keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatasi penerapan tarif yang sebelumnya diberlakukan pemerintahan Trump menambah ketidakpastian kebijakan bagi pasar global. Investor cenderung mencari aset pelindung nilai saat risiko geopolitik meningkat. Ketegangan di Timur Tengah dan spekulasi serangan AS terhadap Iran memperkuat aliran modal ke logam mulia. Laporan ini disusun oleh tim Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca memahami dinamika pasar saat ini.

Penurunan imbal hasil obligasi AS dan pelemahan dolar AS (DXY) memperkaya daya tarik logam mulia sebagai alternatif investasi. Meski data inflasi inti PCE menunjukkan tekanan tetap, pasar juga mempertimbangkan kemungkinan jeda pada pengetatan kebijakan Federal Reserve. Kondisi ini menambah dukungan bagi gerak harga emas dan menjaga momentum kenaikan.

Minggu ini fokus pasar beralih pada data ekonomi AS dan pernyataan pejabat Fed yang bisa memicu perubahan arah kebijakan. Sinyal geopolitik dan respons kebijakan luar negeri juga menjadi faktor kunci, karena eskalasi risiko bisa memperpanjang tren haven. Secara umum dinamika tersebut menempatkan logam mulia dalam posisi menguji level resistensi utama sambil menjaga profil risiko investor.

Secara teknikal, pergerakan XAU/USD tetap dalam garis tren naik setelah menembus level kunci sekitar 5.200. RSI menunjukkan kekuatan pembeli yang meningkat, mengindikasikan momentum uptrend yang berkelanjutan. Pembaca perlu melihat level ini sebagai konfirmasi arah pergerakan, bukan hanya angka.

Target berikutnya jika momentum tetap kuat adalah 5.250, kemudian 5.451 dan 5.500, dengan potensi lanjut hingga 5.600 jika arus pembeli tetap agresif. Breakout di atas 5.200 memicu skenario bullish jangka pendek yang bisa menarik lebih banyak posisi long. Analis memperhatikan apakah tekanan teknikal memungkinkan pergerakan lanjutan.

Di sisi support, area sekitar 5.100 menjadi batas bawah sementara. SMA 20 hari berada di sekitar 5.025 dan SMA 100 hari sekitar 4.702 sebagai landasan teknikal. Jika harga bertahan di atas 5.200, skenario bullish tetap relevan.

Bagi trader, peluang saat ini mencerminkan sinyal gabungan antara fundamental dan teknikal. Rencana trading yang direkomendasikan adalah masuk long sekitar 5.208 USD per ounce dengan stop loss di 5.100 dan target keuntungan di 5.500, dengan pelaksanaan target bertahap menuju 5.250 dan 5.451. Rasio risiko-imbalan diperkirakan di atas 2x jika skenario positif berlanjut.

Rencana ini menawarkan peluang risiko-imbalan yang menarik asalkan faktor teknikal tetap mendukung dan berita ekonomi berjalan sesuai ekspektasi. Trader dianjurkan untuk memantau rilis data ADP Employment Change, CB Consumer Confidence, Initial Jobless Claims, dan PPI untuk Januari sebagai pemicu volatilitas. Selain itu, pidato pejabat Federal Reserve dan State of the Union bisa mengubah arah pasar dengan cepat.

Namun volatilitas tetap bisa meningkat karena dinamika geopolitik dan pernyataan kebijakan luar negeri. Karena itu, manajemen risiko menjadi bagian integral: gunakan ukuran posisi yang sesuai, level stop yang ketat, dan siap menyesuaikan rencana jika arah pasar berubah. Pembaca disarankan mengikuti berita secara real time dan mengupdate rencana trading sesuai perkembangan.

broker terbaik indonesia