
Di tengah dinamika energi global, Elnusa Tbk meluncur dengan momentum yang mengguncang pasar, menampilkan kinerja 2025 yang memuaskan para investor. Pendapatan tercatat Rp14,5 triliun, naik 8 persen secara tahunan, sementara EBITDA mencapai Rp1,5 triliun dan laba bersih Rp718 miliar, menegaskan kemampuan perseroan menyeimbangkan operasional dengan risiko. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pun memutuskan kebijakan dividen yang menguatkan keyakinan pasar terhadap kelangsungan ekonomi perseroan.
Dividen tunai sebesar 45 persen dari laba bersih 2025 ditetapkan melalui RUPST, berjumlah Rp323 miliar. Dividen per saham mencapai Rp44,29, meningkat 13 persen dibanding tahun sebelumnya. Sisanya Rp395,1 miliar dicatat sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung ekspansi usaha, penguatan struktur modal, serta pengembangan teknologi.
Langkah ini sejalan dengan upaya transformasi bisnis perseroan melalui peningkatan operasional dan manajemen risiko yang disiplin. Direktur Elnusa, Nelwin Aldriansyah, menegaskan bahwa kebijakan dividennya mencerminkan kapabilitas menghasilkan kinerja sehat sambil menjaga ruang pertumbuhan. Secara keseluruhan, Elnusa menunjukkan fondasi yang kuat untuk menghadapi dinamika industri energi dan persaingan global.
RUPST menyetujui penggunaan laba bersih 2025 untuk pembayaran dividen, dengan target payout 45 persen. Kebijakan tersebut menempatkan investor sebagai fokus utama sambil mempertahankan likuiditas dan kemampuan perseroan berinvestasi. Format ini konsisten dengan profil risiko yang terkelola baik.
Pembayaran dividen akan dilakukan paling lambat 30 hari sejak keputusan rapat, sesuai regulasi. Hal ini memberi kepastian bagi investor dan menunjukkan komitmen perusahaan terhadap transparansi. Pemegang saham dapat memantau jadwal distribusi melalui pengumuman resmi perseroan.
Dirut Rustam Aji menilai kebijakan dividen mencerminkan fundamental kuat, portofolio terdiversifikasi, serta fokus pada inovasi dan teknologi. Kebijakan ini juga menggambarkan kemampuan perseroan menjaga keseimbangan antara pembayaran dividen dan investasi berkelanjutan.
Inovasi teknologi menjadi pilar utama bagi Elnusa dalam menjaga daya saing di tengah persaingan industri energi global. Investasi pada In-Line Inspection (ILI), Hydraulic Fracturing, dan pemanfaatan digitalisasi serta AI telah meningkatkan efisiensi operasional. Hal ini memperkokoh kapasitas perseroan untuk mengambil proyek bernilai tambah.
Secara internasional, proyek survei seismik maritim di Thailand dan upaya ekspansi ke Afrika Utara menandai babak baru. Keberhasilan proyek tersebut membuka peluang pasar baru dan menambah sumber pendapatan perseroan di luar pasar domestik, mengurangi ketergantungan pada satu segmen pasar.
Riset kebijakan dividen 2025 menegaskan fondasi kuat perseroan: fokus pada inovasi, diversifikasi portofolio, dan pertumbuhan berkelanjutan. Kondisi fundamental yang sehat memberi ruang bagi pemegang saham untuk menilai peluang investasi. Dengan dukungan teknologi canggih dan jaringan internasional, Elnusa siap menghadapi tantangan industri energi ke depan.