Harga emas dunia terkoreksi pada Selasa, menandai jeda dari reli dua hari namun tetap bertahan di atas USD 5.000 per troy ounce. Data menunjukkan spot emas turun 0,65% ke USD 5.025,12, meski posisinya di level tersebut tetap memberi sinyal positif. Berbagai pelaku pasar melihat volatilitas belakangan ini mulai mereda dan peluang reli baru tetap terbuka jika fondamental tetap kuat. Cetro Trading Insight menilai hal ini mencerminkan emas sebagai lindung nilai yang relevan di tengah ketidakpastian global.
Bank sentral menjadi pendorong utama belakangan ini. David Miller, pengelola Gold Enhanced Yield ETF, menyatakan kemungkinan bank sentral akan terus membeli emas, melampaui pasokan yang relatif terbatas karena tambang emas yang kurang menguntungkan dalam beberapa tahun terakhir. Pembelian ini memperkuat posisi emas sebagai aset lindung nilai meskipun faktor risiko geopolitik tetap ada. Dengan dinamika ini, prospek jangka menengah emas tetap robust, sejalan dengan narasi kebijakan moneter global.
Ketegangan geopolitik tetap menjadi faktor pendukung utama. Ketegangan antara AS dan Iran berlanjut meski ada kemajuan diplomatik awal, sehingga volatilitas tetap terbatas. Pasar juga menimbang dampak data ekonomi AS yang cenderung melemah terhadap ekspektasi The Fed. Secara keseluruhan, fundamental emas tampak kokoh meski ada koreksi jangka pendek.
Beberapa indikator menunjukkan perlambatan aktivitas ekonomi AS. Penjualan ritel Desember stagnan secara tak terduga, kelompok kontrol PDB turun 0,1 persen, dan jumlah lowongan kerja merosot ke level terendah sejak 2020. Pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta juga berada di bawah perkiraan, menandakan permintaan domestik yang melambat.
Data ini menambah tekanan bagi The Fed untuk mempertahankan sikap kebijakan yang lebih akomodatif. Ekspektasi suku bunga cenderung turun seiring melemahnya sebagian indikator ekonomi. Kondisi ini memperkuat argumen bagi emas sebagai aset lindung nilai tanpa imbal hasil dalam konteks kebijakan moneter yang lebih lunak.
Hasilnya, pasar menafsirkan bahwa risiko pengetatan kebijakan menyempit dan pelonggaran bisa menjadi bagian dari dinamika tahun ini. Investor disarankan memantau volatilitas dan komentar pejabat bank sentral untuk memahami arah jangka menengah. Meski demikian, emas tetap menarik sebagai penopang portofolio di tengah ketidakpastian makro.
Harga spot emas berada di USD 5.025,12 per troy ounce, menunjukkan bahwa pergerakan reflektif pasar belum sepenuhnya terresolver. Dukungan fundamental yang kuat dan risiko geopolitik yang mendasar menjaga emas pada level emosional di atas angka psikologis USD 5.000. Ini menciptakan peluang bagi strategi beli dengan risiko terbatas terhadap pergerakan teknikal yang belum sepenuhnya jelas.
Analisa sinyal trading mengikuti kerangka fundamental dengan pendekatan risk reward yang positif. Sinyal beli direkomendasikan dengan open di 5.025,12 USD, target di 5.250 USD, dan stop loss di 4.900 USD, sehingga TP > Open > SL. Dengan rasio risiko/imbalan sekitar 1,8:1, pola ini sesuai dengan preferensi trader yang menilai peluang kenaikan harga.
Untuk rencana jangka panjang, dinamika kebijakan global dan permintaan emas sebagai lindung nilai akan tetap menjadi pendorong utama. Investor disarankan memantau rilis data ekonomi dan komentar kebijakan untuk menilai kelanjutan tren. Secara umum, faktor-faktor tersebut mengindikasikan potensi positif bagi emas jika kondisi makro membaik.