WTI Stabil di Sekitar $64,20 Seiring Ketegangan Iran-AS dan Laju Inventori AS

trading sekarang

Harga minyak mentah WTI stabil di sekitar $64,20 pada sesi Asia hari Rabu. Pergerakannya cenderung datar setelah beberapa faktor yang saling bertabrakan, termasuk sentimen geopolitik dan dinamika inventori. Para pelaku pasar menimbang berita baru yang bisa merubah arah harga, terutama rilis data resmi dari EIA dan API.

Di tengah suasana yang agak suram, beberapa faktor tetap membentuk arah harga. Ketidakpastian geopolitik memberikan dukungan bagi WTI jika ketegangan meningkat, sementara data inventori AS bisa menahan atau mempercepat pergerakan ke arah tertentu. Para analis di Cetro Trading Insight menilai, sinergi antara berita politik dan data fundamental menjadi kunci hari ini.

Saat para pedagang bersiap menantikan rilis EIA, volatilitas tetap tinggi meski harga terlihat terjaga. Rilis laporan tersebut dapat mengundang pergeseran tempo jika angka yang dipublikasikan mengubah ekspektasi pasokan dan permintaan global. Secara keseluruhan, pasar menunjukkan kehati-hatian sambil menunggu konfirmasi arah dari angka resmi.

Laporan API untuk minggu yang berakhir 6 Februari menunjukkan lonjakan pasokan minyak mentah AS sebesar 13,4 juta barel, berbanding terbalik dengan penarikan 11,1 juta barel pada pekan sebelumnya. Angka ini meningkatkan kekhawatiran terhadap kelebihan pasokan di pasar domestik. Namun, efeknya pada harga tergantung bagaimana data EIA mengejutkan pasar nanti.

Rilis EIA yang dijadwalkan hari ini menjadi penentu arah jangka pendek. Jika EIA menunjukkan penarikan persediaan yang lebih besar dari ekspektasi pasar, ada peluang WTI menguat. Sebaliknya, jika estimasi menunjukkan peningkatan yang lebih luas, tekanan ke bawah pada harga bisa meningkat.

Lebih lanjut, permintaan global dan dinamika produksi juga memainkan peran penting. Surplus pasokan bisa menunda keseimbangan pasar meski konsumsi meningkat. Tim analis Cetro Trading Insight menekankan pentingnya konteks kebijakan produsen besar seperti OPEC+ dalam menilai lintasan harga ke depan.

Pernyataan Presiden AS yang mengancam tindakan militer jika tuntutan terhadap Iran tidak dipenuhi menambah fokus pasar pada risiko geopolitik. Ketegangan ini berpotensi mendorong pembelian perlindungan harga minyak jika eskalasi meningkat atau politik membuat pasokan terganggu. Investor memantau setiap tanda perubahan dinamika antara Washington dan Teheran.

Di sisi lain, pertemuan antara pejabat Iran dan pemimpin Oman menambah konteks diplomatik yang berpotensi menenangkan pasar jika ada kemajuan pembicaraan. Sinyal progres dapat menurunkan volatilitas sambil menjaga ekspektasi permintaan global tetap realistis. Cetro Trading Insight menilai bahwa jalannya negosiasi akan menjadi pembaca utama arah jangka pendek.

Singkatnya, eskalasi yang lebih besar bisa mendorong kenaikan harga minyak untuk sesi-sesi dekat, sementara langkah damai dan kemajuan negosiasi dapat menekan minyak ke bawah. Pelaku pasar disarankan mengikuti pembaruan kebijakan dan data rilis berikutnya. Analisis Cetro Trading Insight menekankan pentingnya konfirmasi arah melalui data aktual.

broker terbaik indonesia