Harga emas kembali menunjukkan momentum penguatan dengan menembus rekor di atas USD 4.600 per troy ounce. Ketidakpastian seputar penyelidikan terhadap pejabat bank sentral meningkatkan permintaan terhadap aset safe-haven, menjaga ritme naik emas secara umum.
Di sisi teknikal, dinamika pasar menunjukkan tanda-tanda koreksi yang dekat dengan area support. Momen ini dapat dimanfaatkan untuk menguji konfirmasi sinyal beli dan menakar kelanjutan tren jangka pendek.
Kondisi intraday menunjukkan bias bullish tetap kuat meski ada koreksi. Pada timeframe H1, area support menjadi level kunci yang bisa memicu rebound lanjutan jika harga berhasil bertahan di atasnya.
Emas sering diposisikan sebagai pelindung nilai ketika ketidakpastian ekonomi dan politik meningkat. Isu penyelidikan kriminal terhadap pejabat Federal Reserve memicu volatilitas yang mendukung permintaan emas.
Namun dinamika kebijakan moneter dan komentar pejabat masih menjadi faktor utama penentu arah. Pelaku pasar memantau perkembangan suku bunga dan likuiditas untuk menilai kemampuan emas menjaga daya tariknya sebagai aset aman.
Secara umum, sentimen pasar cenderung tetap positif terhadap emas meski ada fluktuasi jangka pendek. Para trader melihat koreksi sebagai bagian dari konsolidasi sebelum potensi reli berlanjut.
Setup entry buy didorong oleh koreksi yang menghampiri area support sekitar 4546.98 – 4574.71 pada kerangka waktu H1. Level masuk yang disarankan berada dekat 4560, dengan peluang untuk lanjut ke target lebih tinggi jika momentum tetap terjaga.
Manajemen risiko menekan stop loss di sekitar 4491.81. Target-t target terstruktur meliputi 4632.73 sebagai TP pertama, diikuti 4700.42 dan 4769.39 sebagai TP kedua dan ketiga.
Dengan menjaga harga di atas support dan menjaga momentum teknikal yang positif, potensi rally emas diperkirakan berlanjut asalkan faktor fundamental tetap mendukung minat beli.