Indeks Harga Konsumen AS untuk Januari menunjukkan peningkatan 2.4% secara tahunan, lebih rendah dari bulan sebelumnya dan juga di bawah ekspektasi pasar. Secara bulanan, inflasi konsumen melambat menjadi 0.2%, tidak jauh dari prediksi. Data ini memperkuat dugaan bahwa The Fed akan menilai kembali jalur kebijakannya dan memberikan ruang bagi potensi pemotongan suku bunga di akhir tahun.
Rilis data CPI ini juga berimplikasi pada imbal hasil obligasi AS dan biaya peluang memegang aset tanpa hasil seperti emas. Dengan yield yang cenderung stabil atau menurun, logam mulia cenderung menarik karena tidak membayar bunga namun menawarkan perlindungan nilai. Pasar menilai bahwa prospek pemotongan suku bunga bisa mengurangi daya tarik obligasi dan meningkatkan keinginan pada aset lindung nilai.
Di sisi pasar tenaga kerja, data pekerjaan nonfarm payroll menunjukkan peningkatan terbesar dalam lebih dari satu tahun, disertai penurunan tingkat pengangguran secara tak terduga. Kondisi tenaga kerja yang lebih seimbang mendukung pandangan bahwa Fed bisa mempertahankan atau mengarahkan kebijakan ke rel yang lebih longgar tanpa mengorbankan laju pemulihan ekonomi. Perkembangan ini memperkuat ekspektasi bahwa kebijakan moneter bisa melunak tanpa mengorbankan inflasi.
Selain data domestik, para trader memperhatikan negosiasi nuklir US-Iran yang berulang serta upaya perdamaian yang dipimpin AS dalam konflik Ukraina. Ketidakpastian geopolitik dapat membatasi pergerakan suku bunga dan meningkatkan permintaan aset safe-haven seperti emas pada jangka pendek. Pergerakan harga emas masih diperdagangkan flat karena aksi profit taking setelah kenaikan lebih dari 2% pada sesi sebelumnya, dengan fokus pada apakah eskalasi diplomatik mampu meredam risiko global.
Para analis menyatakan bahwa pembelian emas tetap didorong oleh arus masuk pembelian dari bank sentral di beberapa negara dan aliran investor yang menjauhi obligasi serta mata uang global. Meski harga berada di kisaran sekitar 5.030 dolar per troy ounce dalam jam perdagangan Asia, ada kejutan lain jika data inflasi menunjukkan pelemahan lebih lanjut atau jika Fed menunda potensi pemangkasan lebih jauh.
Sedangkan secara keseluruhan, rekomendasi teknikal dan fundamental menunjukkan peluang bagi kendaraan lindung nilai ini jika pasokan dan permintaan bertemu di jalur proaktif. Cetro Trading Insight menekankan bahwa meskipun ada tekanan geopolitik, permintaan safe-haven global tetap relevan. Namun, pergerakan harga akan tetap sensitif terhadap rilis data ekonomi dan komentar pejabat bank sentral, sehingga investor perlu berhati-hati.