USD Indeks Berpotensi Melemah Setelah CPI Januari, Ekspektasi Pemotongan Suku Bunga Fed Meningkat

USD Indeks Berpotensi Melemah Setelah CPI Januari, Ekspektasi Pemotongan Suku Bunga Fed Meningkat

Signal /DXYSELL
Open97.000
TP95.500
SL97.750
trading sekarang

DXY berada dekat 97.00 pada jam Asia seiring hari libur Presidents' Day di AS dan libur Tahun Baru Imlek di China, sehingga likuiditas pasar relatif rendah. Indeks ini mengukur nilai USD terhadap enam mata uang utama. Pergerakannya dipengaruhi oleh dinamika suku bunga, volatilitas risiko, serta penyesuaian kebijakan moneter global.

Volume perdagangan cenderung rendah karena pasar AS tertutup dan aktivitas di pasar China melambat akibat liburan panjang. Indeks DXY tampak terikat di sekitar level 97.00 sepanjang sesi Asia. CME FedWatch menunjukkan peluang Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan Maret sekitar 90%, lebih tinggi dari minggu sebelumnya, sementara pasar memperkirakan dua pemotongan 25 basis poin hingga akhir tahun.

CPI Januari menunjukkan dinamika inflasi yang lemah dengan YoY 2.4% dan MoM 0.2%, yang lebih rendah dari ekspektasi. Kondisi tenaga kerja menunjukkan stabilitas dengan pertumbuhan Nonfarm Payrolls yang kuat dan tingkat pengangguran yang lebih rendah. Goolsbee menyatakan CPI menghadirkan sinyal campuran, dengan inflasi jasa yang tetap tinggi menjadi perhatian bagi kebijakan.

CPI Januari yang lebih lemah memperkuat ekspektasi bahwa Fed akan memangkas suku bunga lebih lanjut tahun ini. Pasar menilai risiko inflasi inti turun dan memberi ruang bagi kebijakan pelonggaran. Meskipun demikian, tekanan pada inflasi jasa tetap menjadi faktor penghambat bagi penurunan yang lebih cepat.

Prospek kebijakan memposisikan pasar pada jalur pemotongan bertahap. Investor mengaitkan data pekerjaan Januari yang kuat dengan kepercayaan bahwa pasar tenaga kerja akan tetap stabil meski inflasi berlanjut turun pelan. Dalam gambaran luas, ekspektasi dua kali pemotongan 25 basis poin hingga akhir tahun tetap menjadi kerangka referensi bagi portofolio dolar.

Analisis keseluruhan menunjukkan bahwa perubahan kebijakan masih bergantung pada bagaimana inflasi jasa berkembang. Alih-alih perubahan drastis, pergerakan kebijakan kemungkinan berlangsung secara bertahap sambil memantau sinyal dari lapangan kerja. Keluaran data berikutnya akan menjadi penentu pendekatan kebijakan dan arah USD.

Dari sisi fundamental, data CPI yang lemah mendukung narasi pelemahan dolar jika ekspektasi pemotongan benar terealisasi. Investor menilai bahwa Federal Reserve dapat menunda kenaikan lebih lanjut sambil menjaga pelonggaran parsial untuk meredam tekanan inflasi. Namun, dinamika pasar tetap sensitif terhadap perubahan data inflasi inti dan tenaga kerja.

Dari segi teknikal, harga DXY bergerak di sekitar 97.00 dan momentum cenderung melemah jika data berikutnya tak menguat. Ruang penurunan menjadi lebih menarik jika tekanan inflasi berlanjut turun dan ekspektasi pemotongan meningkat. Posisi jual pada level sekitar 97.00 dapat dipertimbangkan dengan target lebih rendah sekitar 95.50 dan stop di sekitar 97.75.

Rencana perdagangan ini mengikuti prinsip risiko-imbangan yang sehat dengan rasio risiko/imbalan minimal 1:1.5. Contoh spesifik: open 97.00, tp 95.50, sl 97.75. Laporan ini diproduksi oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca institusional dan ritel.

broker terbaik indonesia