Emas berhasil menguat mendekati level tertinggi tiga minggu sekitar 5.150 dolar per ounce, didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe-haven di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan AS dan eskalasi tensi geopolitik. Investor mencari perlindungan nilai portofolio dari potensi gangguan rantai pasokan dan volatilitas pasar. Pergerakan ini mencerminkan perubahan sentimen risiko secara global yang mendukung logam mulia.
Secara teknikal, momentum bullish mulai terlihat setelah harga menembus kunci resistance di 5.100. RSI berada di sekitar 69, mendekati wilayah overbought meski bukan tanda puncak jangka pendek, sementara MACD menunjukkan posisi positif namun mulai melemah. Kombinasi breakout dan dinamika teknikal ini menandakan potensi kelanjutan tren meski konfirmasi lebih lanjut diperlukan.
Jika harga bertahan di atas 5.200, skenario bullish dapat menguat dan menarget kisaran 5.400–5.500 dalam beberapa sesi. Namun, jika tekanan turun membawa harga kembali ke bawah 5.100, fokus dapat bergeser ke level support di sekitar 4.964 (SMA 100 periode) dengan bantalan lebih lanjut di 4.850 hingga 4.650 tergantung dinamika pasar.
Putusan Mahkamah Agung AS yang menentang penggunaan IEEPA untuk tarif membangkitkan eskalasi tarif, dari 10% menjadi 15%, berlaku sejak 24 Februari dan bisa berlanjut hingga 150 hari tanpa persetujuan kongres. Langkah ini meningkatkan ketidakpastian perdagangan global dan mendorong investor untuk beralih ke aset yang lebih aman seperti emas.
Ketegangan antara AS dan Iran meningkat dengan adanya konsentrasi militer yang besar di Timur Tengah. Laporan negosiasi nuklir berlanjut dengan rencana pertemuan di Jenewa guna mencapai konsesi terkait program nuklir Iran dan penghapusan sanksi. Risiko geopolitik yang lebih tinggi ini cenderung menjaga premi untuk emas tetap tinggi.
Kalender data AS minggu ini relatif ringan, membuat fokus pasar berada pada peristiwa geopolitik dan kabar perdagangan. Rilis ADP Employment Change, kepercayaan konsumen, serta PPI dipantau untuk petunjuk arah ekonomi. Investor juga menantikan pernyataan kebijakan Federal Reserve terkait jalannya pemangkasan bunga di sepanjang tahun ini.
Secara teknis, pergerakan di atas 5.100 memberikan sinyal momentum bullish yang sedang terbentuk meski belum sepenuhnya terkonfirmasi. RSI mendekati wilayah overbought menandakan potensi koreksi jika momentum melemah, sementara MACD tetap berada di zona positif meski histogramnya mulai menyempit.
Penembusan berkelanjutan di atas 5.200 akan memperkuat peluang bullish dan membuka target menuju 5.400–5.500, sesuai pola teknikal pada grafik empat jam. Namun jika harga gagal mempertahankan level tersebut, support dekat 4.964 menjadi fokus pertama dengan bantalan di 4.850 dan 4.650 tergantung arus pasar.
Rencana perdagangan yang disarankan menempatkan stop loss di 5.100 dan take profit di 5.500 untuk menjaga rasio risiko-imbalan minimal 1:1,5. Karena faktor fundamental menjadi pendorong utama, konfirmasi breakout berkelanjutan diperlukan sebelum mengambil posisi buy secara penuh, sambil memantau dinamika geopolitik dan kebijakan perdagangan global.