Emas Menguat Mendekati 4.600 USD Didukung Ketegangan Geopolitik dan Fokus CPI AS

Emas Menguat Mendekati 4.600 USD Didukung Ketegangan Geopolitik dan Fokus CPI AS

Harga emas kembali mencetak lonjakan pada awal sesi Asia, menyentuh sekitar 4.600 dolar AS per ons. Pergerakan ini didorong oleh meningkatnya risiko geopolitik dan ketidakpastian pasar yang lebih luas. Investor mencari perlindungan di logam mulia di tengah dinamika kebijakan dan perubahan sentimen risiko global.

Berita tentang penyelidikan kriminal terhadap Ketua The Fed, Jerome Powell, meningkatkan kekhawatiran terkait independensi bank sentral. Pasar merespons dengan aliran ke aset-aset safe haven, yang mendukung dorongan bagi emas. Para pelaku pasar juga menilai implikasi jangka pendek dari tekanan politik terhadap prospek kebijakan suku bunga.

Selain itu, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkatkan volatilitas di pasar. Ancaman tarif 25% terhadap negara yang berbisnis dengan Iran memperkuat daya tarik emas sebagai instrumen perlindungan nilai. Dalam konteks ini, trader memperhatikan dinamika risiko geopolitik sambil menimbang sinyal dari data fiskal dan kebijakan moneter.

Data Inflasi AS dan Implikasinya bagi USD serta Emas

Fokus pasar beralih ke data inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk Desember yang akan dirilis nanti hari ini. Para analis memperkirakan lonjakan inflasi utama sekitar 2,7% secara tahunan, dengan tekanan inti juga meningkat. Data ini dipandang sebagai parameter kunci bagi arah kebijakan moneter Fed dan dinamika dolar.

Jika angka inflasi menunjukkan tekanan yang lebih tinggi dari ekspektasi, dolar AS berpotensi menguat. Hal ini bisa memberikan tekanan terhadap harga komoditas berdenominasi dolar, termasuk emas, meskipun permintaan safe-haven tetap menarik. Pasar menilai bagaimana respons kebijakan moneter akan mempengaruhi volatilitas di pasar logam mulia.

Terakhir, artikel menyoroti bahwa kombinasi risiko geopolitik dan data inflasi dapat menjaga sentimen risiko tetap tegang. Emas sering berfungsi sebagai lindung nilai di tengah ketidakpastian, sehingga pergerakannya masih dipantau oleh trader yang mengharap momen breaking point di data ekonomi. Sinyal pasar akan lebih jelas setelah rilis CPI, sehingga investor sebaiknya memperhatikan manajemen risiko yang matang.

Boost Your Business with Cutting-Edge Marketing Solutions Today

Your ad here
Image