WTI diperdagangkan di sekitar $59,55 pada pembukaan sesi Asia, tepat di bawah level satu bulan tertinggi. Tekanan berasal dari kekhawatiran soal pasokan setelah eskalasi ketegangan di Iran. Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh komentar pejabat AS dan potensi sanksi terkait aktivitas bisnis dengan Iran.
Analis menyebut bahwa risiko geopolitik meningkat seiring retorika yang memanas dan fundamental minyak yang terlihat kuat. Pelaku pasar menilai potensi gangguan pasokan sebagai faktor dorong utama harga dalam beberapa pekan ke depan. Sinyal teknikal lokal menunjukkan harga berada di dekat level penting meski volatilitas tetap tinggi.
Prospek pasokan tambahan dari Venezuela tetap menjadi potensi pembatas bagi kenaikan harga. Pemerintah sementara Venezuela telah menyetujui kesepakatan produksi dalam jumlah besar, yang berpotensi menambah pasokan ke pasar secara bertahap. Trump juga menegaskan kebijakan keras terhadap Iran, memperkuat risiko distribusi minyak secara global.
| Faktor | Pengaruh terhadap WTI |
|---|---|
| Geopolitik Iran | Potensi gangguan pasokan lebih besar |
| Ekonomi Venezuela | Peningkatan pasokan berisiko membatasi kenaikan |
| Rantai pasokan global | Volatilitas harga lebih tinggi akibat ketidakpastian kebijakan |
Laporan stok minyak mentah API yang dinanti hari ini diperkirakan akan memberi kejutan pada arah harga. Penarikan stok yang lebih besar dari ekspektasi biasanya menandakan permintaan yang lebih kuat dan bisa mendorong WTI naik. Namun, surplus atau kenaikan stok juga bisa menahan gains jika pasar melihat pasokan berlebih.
Analisis pasar menekankan bahwa dinamika geopolitik, termasuk sanksi Amerika terhadap Iran, tetap menjadi faktor utama. Ketegangan regional memicu risiko gangguan pasokan, sehingga pelaku pasar tetap berhati-hati meski data permintaan menunjukkan sinyal positif. Ketidakpastian kebijakan dan respons negara lain membuat pergerakan harga tetap volatil.
Sementara peluang pasokan dari Venezuela bisa membatasi kenaikan jika persetujuan produksi menambah volume supply. Keterbatasan kapasitas distribusi, serta sanksi yang masih berlaku, turut memengaruhi seberapa cepat pasokan baru bisa masuk ke pasar. Market participants menilai bahwa komunikasi politik dan langkah diplomatik akan menentukan arah harga minyak dalam beberapa minggu mendatang.