EUR/USD berada di kisaran 1,1665 pada pembukaan sesi Asia, menandai pasar yang menunggu arahan kebijakan. Sentimen ini didorong oleh kekhawatiran seputar independensi The Fed dan respons kebijakan yang mungkin terjadi. Sementara itu, pernyataan ECB yang menyiratkan akhir siklus pemangkasan menunjukkan pergeseran antara dua bank sentral utama dalam dinamika nilai tukar.
Kondisi ini menjaga volatilitas relatif rendah, tetapi fokus tetap pada faktor-faktor kebijakan yang dapat mengubah arah pasangan. Pedagang juga menimbang bagaimana potensi risiko politik terhadap The Fed bisa memicu korelasi antara berita politik dan pergerakan mata uang. Dalam konteks ini, pasar cenderung sensitif terhadap komentar pejabat bank sentral dan isu kebijakan fiskal yang sedang dibahas di Washington.
Secara umum, pasar mencoba menilai apakah sinyal ECB telah menutup bab pemangkasan suku bunga atau jika ada peluang penyesuaian yang lebih lanjut di masa depan. Klaim mengenai prospek suku bunga berada di jalur netral namun tetap peka terhadap risiko geopolitik. Hasilnya, EUR berpotensi mendapat dukungan jika tekanan pada dolar berkurang dan risiko kebijakan di AS mereda.
Di sisi kebijakan, pasar mencermati kontras antara tekanan terhadap dolar Amerika dan respons kebijakan di zona euro. Sinyal bahwa ECB telah menegaskan tingkat suku bunga pada level saat ini memberikan pandangan optimis bagi euro. Namun, volatilitas geopolitik menambah elemen risiko yang membuat pasar berhati-hati dalam menyikapi langkah berikutnya.
Beberapa pejabat ECB menegaskan bahwa siklus pengetatan hampir selesai, sementara pasar menilai bahwa volatilitas dan ketidakpastian masih tinggi karena data inflasi dan dinamika ekonomi global. Ketidakpastian ini membuat pasar menunda langkah besar sambil memantau arah kebijakan yang akan disampaikan pada rilis data utama. Dalam konteks ini, ruang gerak untuk tindakan jangka pendek tampak sempit.
Pergerakan EUR/USD menunjukkan hubungan kuat dengan persepsi risiko terhadap dolar AS, sehingga berita politik atau data makro di AS dapat mengubah gambaran teknikal. Investor cenderung menguatkan posisi euro jika dolar melemah akibat dukungan kebijakan di Eropa. Sebaliknya, jika respons kebijakan AS mempertajam kekuatan dolar, EURUSD bisa tergelincir menurun.
Bocoran mengenai laporan inflasi AS bulan Desember menjadi sorotan utama pasar, dengan ekspektasi menunjukkan bahwa IHK utama dan inti berada di sekitar 2,7% secara YoY. Data ini dinilai berperan sebagai penentu arah jangka pendek bagi dolar dan pasangan mata uang utama. Investor menunggu konfirmasi untuk menilai kekuatan dolar menghadapi tekanan kebijakan selanjutnya.
Jika angka yang dirilis lebih tinggi dari konsensus, tekanan pada dolar bisa meningkat, memberi peluang bagi euro untuk membangun momentum kenaikan dalam jangka pendek. Namun, data inflasi yang lebih lemah dapat memperkecil peluang tersebut sambil menambah ketidakpastian atas langkah kebijakan. Pasar tetap menimbang kombinasi antara data inflasi dan sinyal kebijakan dalam menentukan arah pasangan.
Secara teknikal, tanpa konfirmasi jelas dari data fundamental, EURUSD diperkirakan beroperasi dalam kisaran saat ini. Investor disarankan memantau pernyataan pejabat Fed dan ECB serta respons terhadap rilis data inflasi untuk menilai peluang berikutnya.