Emas XAU/USD berhasil menembus level di atas $4.600, memicu rebound kuat karena investor mencari perlindungan terhadap ketidakpastian. Aset safe-haven ini menarik aliran masuk lebih besar ketika berita tuduhan terhadap Ketua Federal Reserve Powell mengguncang kepercayaan pada institusi keuangan AS. Pelaku pasar menilai bahwa volatilitas politik bisa menambah tekanan pada likuiditas di pasar obligasi dan mata uang, sehingga dorongan beli emas meningkat.
Powell menyampaikan klarifikasi melalui sebuah rekaman video dan menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak terkait dengan kesaksian maupun renovasi gedung Federal Reserve. Ia menyatakan bahwa kebijakan suku bunga ditetapkan berdasarkan penilaian terbaik untuk kepentingan publik, bukan preferensi pemerintahan manapun. Pesan ini bertujuan menenangkan kekhawatiran tentang independensi bank sentral dan menahan spekulasi berlarut-larut.
Pelaku pasar memangkas ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed, meskipun pasar tetap memantau jalur kebijakan. Perubahan proyeksi ini membuat logam mulia menjadi alternatif yang lebih menarik dibanding aset berisiko ketika volatilitas politik meningkat. Kondisi demikian memperkuat argumen bullish bagi XAU/USD selama level psikologis $4.600 tetap dipertahankan.
Data inflasi AS dan laporan pekerjaan mengemuka dengan dinamika yang beragam. Nonfarm Payrolls bulan Desember naik 50.000, lebih rendah dari perkiraan 60.000, sementara tingkat pengangguran turun menjadi 4,4% dari 4,6%. Penurunan tekanan pasar tenaga kerja ini mendorong beberapa pelaku pasar untuk menahan asumsi pemotongan agresif.
Survei sentimen konsumen University of Michigan untuk Januari naik menjadi 54, mengalahkan ekspektasi 53,5 dan menunjukkan kepercayaan rumah tangga yang membaik. Ekspektasi inflasi satu tahun tetap di 4,2% sementara proyeksi lima tahun naik menjadi 3,4%, menambah dinamika volatilitas di pasar obligasi dan mata uang. Di sisi lain, imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun naik sekitar 1,5 basis poin menjadi 4,179%, menambah tekanan pada valuasi logam mulia.
Analisis narasi kebijakan menunjukkan bahwa pasar mengkonstruksi harga tugas pemotongan suku bunga The Fed sepanjang 2026, meskipun timingnya bisa berubah seiring arah data ekonomi. Banyak investor mulai mempertimbangkan skenario pemotongan 50 bps pada 2026, sebuah sinyal bahwa suku bunga bisa melunak meskipun tempo penurunan pelan. Kondisi ini mendorong fokus pada risiko geopolitik dan inflasi sebagai faktor penentu utama.
Analisis teknis menunjukkan tren naik pada XAU/USD tetap hidup, meskipun indikator Relative Strength Index (RSI) berada di zona jenuh beli. Harga berhasil melewati level $4.600 dengan momentum pembelian yang substansial dan dukungan dari arus lindung nilai terhadap risiko. Para analis mencatat bahwa RSI tidak mencapai puncak ekstrem setinggi 80, memberi ruang bagi potensi kenaikan lebih lanjut.
Resistance utama saat ini berada di sekitar $4.630, $4.650, dan $4.700, dengan skema breakout yang bisa membawa harga lebih tinggi jika data ekonomi tetap mendukung. Jika harga bertahan di atas $4.600, peluang teknikal menuju target dekat di $4.630–$4.650 tetap relevan. Namun, penutupan harian di bawah $4.600 bisa membuka jalan bagi penurunan ke sekitar $4.450 hingga $4.508.
Rekomendasi perdagangan berbasis sinyal pasar adalah posisi beli dengan open sekitar $4.606 dan target untung di sekitar $4.760. Rencana stop loss ditetapkan pada $4.508 untuk menjaga rasio risiko-keuntungan di atas 1,5:1. Dengan open 4606, tp 4760, sl 4508, sinyal ini memenuhi kriteria buy dengan tp>open>sl dan risk-reward minimal 1:1.5.