USDJPY menguat sekitar 158.10 pada saat pembukaan sesi Asia, menunjukkan minat membeli terhadap dolar AS. Yen secara umum melemah terhadap greenback karena faktor ketidakpastian politik di Jepang. Secara teknikal, pasangan ini menunjukkan momentum yang relatif terbatas meskipun berada di wilayah positif.
Para pelaku pasar menantikan rilis data Inflasi Konsumen AS untuk Desember yang dijadwalkan hari ini. Data CPI tersebut diharapkan dapat membentuk ekspektasi terhadap arah kebijakan Federal Reserve ke depan. Waspada terhadap kejutan data inflasi dapat meningkatkan volatilitas USDJPY.
Sejumlah analis juga menilai bahwa dinamika politik Jepang bisa menjadi pendorong jangka pendek untuk pasangan ini. Ketidakpastian domestik dapat menambah tekanan pada yen jika investor menilai risiko politik meningkat. Sementara itu, pandangan pasar mengenai independensi The Fed juga menjadi faktor yang turut membentuk arah dolar secara umum.
Laporan media mengungkap bahwa Perdana Menteri Jepang berpotensi memanggil pemilu lebih awal, menambah tekanan pada yen. Langkah politik seperti itu bisa memanfaatkan dukungan publik bagi partai konservatif yang berkuasa. Ketidakpastian politik ini cenderung mendorong volatilitas di sekitar USDJPY.
Jika rencana pemilu menjadi kenyataan, pasar bisa menimbang bagaimana pemilihan tersebut mengubah komposisi kebijakan fiskal dan moneter. Hal ini berpotensi meningkatkan volatilitas jangka pendek pada pasangan mata uang utama terhadap yen. Investor menilai sinyal politik ini sebagai risiko tambahan bagi yen dalam waktu dekat.
Secara umum, fokus investor terhadap risiko politik Jepang dapat memberikan tekanan terhadap yen dan menguatkan kecenderungan USDJPY menguat di jangka pendek. Namun, respons pasar tetap bergantung pada bagaimana credibility pemilu dan hasil polling terefleksikan dalam harga. Kondisi ini menciptakan peluang bagi trader untuk memantau break level kunci sambil mempertimbangkan risiko.
Powell menegaskan bahwa tuduhan kriminal terkait renovasi markas bank sentral adalah dalih untuk menekan kebijakan suku bunga. Komentar tersebut menambah gambaran tentang bagaimana tekanan politik bisa mempengaruhi kebijakan moneter AS. Pasar tetap waspada terhadap potensi perubahan pola komunikasi bank sentral yang dapat mengubah ekspektasi suku bunga.
Fitch Ratings menyatakan bahwa independensi bank sentral AS adalah faktor utama yang mendukung peringkat AA+ negara tersebut. Penilaian ini menyoroti bahwa konflik antara pemerintah dan bank sentral bukan hal yang baik bagi persepsi stabilitas kebijakan. Dalam konteks ini, dolar AS bisa menghadapi risiko jika sentimen tersebut memburuk.
S e g a r a h a r i n g i a n a l i s i s m e n g a r u k a n s i n y a l i b e l i f o r USDJPY jika harga menembus level resistensi tertentu, dengan target keuntungan yang proporsional. Namun, faktor risiko politik dan ketidakpastian kebijakan tetap perlu dikelola dengan strategi stop loss dan manajemen risiko yang ketat. Investor disarankan menunggu konfirmasi teknikal sambil mengevaluasi potensi perubahan kebijakan global yang bisa menggugah arah pasangan ini.