Emas diperdagangkan stabil mendekati 4.820 dolar per ons setelah mundur dari level tertinggi sepanjang masa di sekitar 4.888 dolar. Permintaan sebagai kendaraan pelindung nilai tetap relevan meskipun data ekonomi mengarah ke sisi yang mendukung risiko global. Para investor memantau pergerakan harga dengan saksama sebelum rilis data AS yang krusial.
Koreksi singkat di pasar logam mulia terjadi karena sebagian kekhawatiran tarif sempat mereda, namun narasi makro yang lebih luas tetap memberi dukungan. Harga tetap berada dalam tren kenaikan yang kuat bulan ini, mencerminkan minat terhadap aset safe-haven saat ekspektasi suku bunga cenderung lebih rendah menguat. Para pelaku pasar menilai sinyal kebijakan moneter sambil menyimak dinamika geopolitik.
Para investor menantikan rangkaian rilis data ekonomi AS seperti inflasi PCE, produk domestik bruto, dan klaim tunjangan. Data tersebut diharapkan menjadi katalis yang bisa menggeser arah jangka pendek emas. Di dalam konteks ini, para pelaku pasar mencoba menyeimbangkan risiko dan peluang sebelum panduan kebijakan berikutnya.
Di balik pergerakan harga, faktor-faktor seperti independensi Federal Reserve, ekspektasi pemangkasan suku bunga, serta ketegangan geopolitik memainkan peran penting. Pasar melihat peluang pelonggaran kebijakan moneter di sisa tahun, meskipun keputusan akhir masih dibahas oleh para pembuat kebijakan dan ekonom. Kondisi ini meningkatkan daya tarik emas sebagai alat lindung nilai saat volatilitas meningkat.
Fokus utama adalah bagaimana pernyataan dan proyeksi kebijakan Fed memengaruhi arus modal. Sinyal pelonggaran relatif menambah daya tarik emas sebagai aset yang tidak terlalu terikat terhadap dinamika pasar saham. Ekonomi global juga menantikan data inflasi untuk menilai kesehatan permintaan dan ekspektasi suku bunga.
Selain itu, dinamika konflik geopolitik dan permintaan terhadap likuiditas bank sentral memberikan dukungan bagi emas pada level emosional investor. Para analis menilai apakah potensi pemotongan suku bunga akan direalisasikan sepenuhnya atau tertahan oleh faktor-faktor ekonomi. Semua faktor ini membentuk gambaran makro yang mempertahankan permintaan safe-haven.
Secara teknis, emas masih berada dalam tren naik yang terlihat jelas melalui pola higher highs dan higher lows pada kerangka waktu empat jam. Harga menunjukkan komitmen dengan berada di atas moving averages SMA 21 dan SMA 50 periode, yang menguatkan narasi penguasaan pembeli. Kondisi ini menambah bobot bagi peluang perdagangan jangka pendek.
Namun momentum cenderung melunak karena indikator teknikal mengarah ke zona yang kurang overbought secara agresif. RSI berada di wilayah dekat jenuh beli sementara MACD menunjukkan pelemahan momentum kenaikan. Area 4.800 dolar berfungsi sebagai support pertama yang perlu diperhatikan jika tekanan jual kembali memanjang.
Dengan harga di sekitar 4.820 dolar, skema risiko-imbalan mengindikasikan peluang beli jika harga tetap di atas 4.800 dan mampu mengejar target sekitar 4.888. Stop loss ditempatkan di 4.800 untuk menjaga rasio minimal 1:1,5. Jika harga menembus bawah 4.800 secara berkelanjutan, pemantauan level 4.762 dan 4.674,5 menjadi zona penampung risiko.