Menurut analisis UOB, PDB Malaysia pada kuartal keempat 2025 meningkat 6,3 persen secara tahunan. Angka ini menjadi yang tercepat sejak 4Q22 dan mendorong estimasi pertumbuhan tahunan 2025 menjadi sekitar 5,2 persen. Kendati momentum tinggi, para ekonom menekankan perlunya kehati-hatian karena faktor eksternal yang berpotensi membebani laju ekspansi di masa depan.
Untuk tahun 2026, prospek pertumbuhan diperkirakan melambat menjadi sekitar 4,5 persen sebagai akibat base effect dan ketidakpastian global yang tetap ada. Meski demikian, komponen domestik diyakini tetap menjadi penggerak utama, dengan kontribusi nyata dari permintaan domestik, investasi yang telah disetujui, dan peningkatan aktivitas pariwisata. Inisiatif AI yang terus berkembang juga diharapkan mendorong produktivitas dan volatilitas pasar dapat dikelola melalui kebijakan yang adaptif.
Dukungan kebijakan domestik diperkirakan menjaga momentum. Pemerintah berfokus pada program master plan, realisasi investasi besar, serta perluasan pariwisata melalui Visit Malaysia Year 2026. Selain itu, berlanjutnya momentum aktivitas AI di sektor ICT diharapkan memperkaya ekspor layanan dan meningkatkan permintaan domestik secara keseluruhan.
Permintaan domestik diproyeksikan tetap menjadi landasan utama pertumbuhan, khususnya melalui belanja pemerintah dan konsumsi rumah tangga. Investasi yang telah disetujui dan progres proyek infrastruktur diharapkan meningkatkan kapasitas produksi serta membuka peluang kerja baru. Di sisi lain, pelonggaran kebijakan fiskal juga diharapkan mengangkat kepercayaan sektor swasta dan mempercepat realisasi proyek prioritas.
p>Perbaikan iklim investasi dan realisasi proyek master plan diprediksi menjadi pendorong utama bagi ekonomi Malaysia. Peningkatan investasi akan memperkuat kapasitas produksi dan mempercepat implementasi program pembangunan region. Sektor pariwisata diperkirakan mendapatkan dorongan lebih besar berkat promosi Visit Malaysia Year 2026, yang akan meningkatkan kunjungan dan pengeluaran luar negeri.
Kemajuan AI dan layanan ICT juga diharapkan berkontribusi terhadap ekspor jasa dan peningkatan permintaan domestik. Pertumbuhan sektor digital akan menyokong ekonomi melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi. Laporan ini menekankan bahwa kombinasi permintaan domestik, investasi, dan inovasi teknologi menjadi kunci kestabilan makro Malaysia di tengah ketidakpastian global.
Di tingkat global, geopolitik kembali membawa risiko bagi perdagangan Malaysia. Kebijakan perdagangan AS terhadap Iran dan larangan terkait chip canggih menambah ketidakpastian di rantai pasok global. Sisi eksternal ini dapat mempengaruhi ekspor dan kemampuan Malaysia menarik investasi asing di beberapa sektor.
Meski ada jeda sementara dalam eskalasi tarif antara AS dan China hingga November 2026, volatilitas perdagangan tetap menjadi kenyataan. Para pelaku usaha perlu menjaga strategi diversifikasi sumber pasokan dan pasar ekspor agar lebih tahan terhadap guncangan eksternal. Kondisi ini juga menuntut peningkatan daya saing melalui inovasi dan produktivitas.
Secara keseluruhan, meskipun tantangan eksternal berlanjut, dampak spillover terhadap perdagangan Malaysia diperkirakan bersifat tidak merata namun tetap positif secara umum. Pasar global yang lebih beragam dan permintaan untuk layanan ICT memberi peluang bagi ekspor jasa Malaysia. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca memahami dinamika makro dengan bahasa yang lebih mudah dipahami.