
Harga emas XAU/USD bergerak naik tipis setelah menyentuh level rendah tahun ini pada sesi Asia. Reaksi pasar terhadap data CPI AS membuat dolar sedikit melemah, sehingga dukungan bagi komoditas kuning muncul meskipun terbatas. Analis menilai bahwa pergerakan ini mencerminkan keseimbangan antara dinamika inflasi dan harapan atas kebijakan moneter.
Data CPI inti Mei 0,2% mom dan 2,9% YoY sesuai ekspektasi, sedangkan CPI headline 4,2% YoY menandai tekanan biaya energi. Kondisi ini mengundang kekhawatiran tentang inflasi total meski inti relatif terkendali. Komentar bank sentral tetap penting untuk aset berisiko seperti emas.
Risiko geopolitik dan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve membatasi penurunan lebih lanjut bagi emas. Pasar juga menilai apakah adanya pembalikan akan terjadi jika dinamika dolar berubah atau data ekonomi berikutnya memberi sinyal kebijakan berbeda.
Ketegangan antara AS dan Iran meningkat dan ancaman penutupan Selat Hormuz menambah risiko pasokan minyak global. Kondisi ini cenderung membebani inflasi dan mendorong perdebatan tentang kebijakan moneter yang lebih hawkish.
Kenaikan harga minyak memberi dorongan inflasi yang bisa memperkuat tekanan pada kebijakan moneter dan memicu reaksi terhadap dolar. Meski begitu, pasar juga memperhatikan bagaimana kebijakan moneter AS dapat menyesuaikan responsnya terhadap risiko geopolitik.
Menurut pasar, peluang kenaikan suku bunga Fed sekitar 70% untuk tahun ini menjaga imbal hasil obligasi AS relatif tinggi dan mendukung penguatan dolar secara umum, meski dolar sempat kehilangan beberapa sendinya akibat data CPI inti.
Dari sisi teknikal, emas telah menembus 200-day SMA dan membentuk pola penurunan dalam saluran turun, yang menegaskan bias bearish dalam jangka menengah. Sinyal teknikal menunjukkan tekanan jual yang tetap relevan di bawah level resistance utama.
MACD tetap berada di wilayah negatif, sedangkan RSI berada di zona oversold, menandakan bahwa momentum turun masih dominan meskipun momentum penurunan bisa melemah dalam waktu dekat. Reaksi harga bisa bersifat korektif sebelum arah jangka menengah ditentukan.
Level resistensi utama berada sekitar 4257.39, diikuti 4446.37 dan 4572.06. Selama tetap di bawah rintangan tersebut, tekanan bearish diperkirakan bertahan dan setiap rebound lebih mungkin bersifat korektif daripada pembalikan tren.