Energi Group Perkuat Struktur Permodalan melalui Suntikan Modal ke SRI untuk CNKO

Energi Group Perkuat Struktur Permodalan melalui Suntikan Modal ke SRI untuk CNKO

trading sekarang

Energi Group meluncurkan langkah terobosan dengan memperkuat basis permodalan melalui suntikan Rp212,52 miliar ke SRI. Transaksi ini ditempuh lewat entitas terkendali yaitu PT Energi Batubara Indonesia atau EBI, mempertegas kendali grup atas lini usaha utama. Dampak langkah ini terlihat pada peningkatan daya serap pembiayaan dan peluang ekspansi bagi CNKO.

Nilai transaksi meningkatkan modal dasar dan modal ditempatkan SRI menjadi Rp248,22 miliar. Kepemilikan EBI atas SRI naik menjadi 99,88 persen melalui peningkatan saham menjadi 495.840 lembar. Perubahan ini mencerminkan konsolidasi kendali yang lebih kuat saat perusahaan fokus pada kebutuhan pembiayaan jangka panjang.

Transaksi dinilai material menurut POJK 17/2020 karena nilainya melebihi ambang batas aset perseroan. Namun, otoritas menyatakan ada pengecualian dari prosedur POJK 42/2020 terkait transaksi afiliasi karena dilakukan antarperusahaan dalam kendali yang sama. Penjelasan ini menegaskan bahwa tata kelola internal mengikuti kebijakan perusahaan meski dengan konteks afiliasi.

Penjelasan Corporate Secretary Energi Group menegaskan bahwa transaksi ini dikecualikan dari prosedur tertentu karena antarperusahaan berada di bawah kendali yang sama. Meski demikian, mekanisme pelaporan tetap berlangsung sesuai aturan yang berlaku agar transparansi terjaga. Interpretasi demikian menunjukkan adanya kerangka tata kelola yang menujukan fokus pada efisiensi operasional.

Pada 10 Februari, CNKO melalui EBI telah menyetor modal sebesar Rp32,7 miliar kepada SRI. Suntikan tersebut melengkapi modal awal dan mempertegas komitmen grup terhadap pengembangan usaha. Kombinasi suntikan ini menggarisbawahi upaya Energi Group untuk memperkuat kapasitas produksi dan supply chain.

Menurut laporan, perubahan struktur modal mendukung pengembangan usaha tambang batu bara. Lokasi konsesi utama berada di Kalimantan Tengah dengan luas ratusan hektar dan jarak tempuh yang relatif dekat dari kota utama. Upaya ini diharapkan membantu stabilitas pasokan bagi PLN dan pelanggan lainnya.

Ekspansi Operasional dan Kontribusi pada Pendapatan

Energi Group melalui SRI mengelola konsesi tambang seluas 2.659 hektare yang tersebar di Desa Santilik dan Santing, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur. Konsesi tersebut berada di Kalimantan Tengah sekitar 180 kilometer dari Sampit. Selain itu, ada konsesi melalui PT Abe Jaya Perkasa seluas 3.467 hektare di Barito, dekat Palangkaraya.

Operasional juga mencakup pembangkit listrik tenaga uap PLTU berkapasitas 14 MW di Pangkalan Bun, yang mendukung kebutuhan listrik area tambang. Perusahaan menjaga kualitas pasokan batu bara ke PLN dengan ketepatan waktu dan kuantitas yang konsisten. Kontribusi pendapatan dari sektor batu bara tetap menjadi pilar utama, sekitar 98,8 persen dari total pendapatan, sedangkan segmen PLTU menyumbang sekitar 1,2 persen.

Dengan kombinasi suntikan modal dan ekspansi konsesi, prospek usaha diperkirakan tetap positif meski dinamika harga komoditas mempengaruhi laba. Analisis dari media keuangan seperti Cetro Trading Insight menekankan fokus pada kendali produksi dan pasokan sebagai pendorong efisiensi biaya. Investor sebaiknya memantau perubahan kepemilikan serta alokasi modal pada proyek utama di masa mendatang.

broker terbaik indonesia