Energi Mengerek Inflasi, ABN AMRO Revisi Proyeksi Zona Euro, ECB Diperkirakan Naik Suku Bunga di Q2

Energi Mengerek Inflasi, ABN AMRO Revisi Proyeksi Zona Euro, ECB Diperkirakan Naik Suku Bunga di Q2

Signal EUR/USDBUY
Open1.090
TP1.105
SL1.085
trading sekarang

Energi menjadi pendorong utama perubahan iklim realitas ekonomi zona euro. Penyesuaian terhadap kejutan energi yang terkait Iran telah menekan kepercayaan rumah tangga dan bisnis, mengindikasikan pertumbuhan yang lebih lemah di jangka pendek. Dalam laporan ini, Cetro Trading Insight merangkum pandangan ABN AMRO terkait dinamika ini.

Penurunan proyeksi pertumbuhan direvisi turun akibat dampak energi, sementara inflasi mengalami peningkatan yang signifikan. Ini menunjukkan kombinasi antara melemahnya kepercayaan rumah tangga dan perusahaan serta tekanan harga jangka pendek yang lebih besar. Risiko eksternal tetap membayang di atas jalur pertumbuhan zona euro.

Para ekonom mengimplikasikan bahwa ECB akan melangkah lebih lanjut dengan kenaikan suku bunga pada pertemuan April dan Juni, membawa lajur kebijakan deposito ke 2,50%. Langkah ini bertujuan untuk menahan keluarnya inflasi dari jalurnya sebelum ekspektasi benar-benar terde-anchored. Penilaian ini didasarkan pada dinamika biaya energi dan input yang berlarut.

Dengan prospek jangka menengah, ECB diperkirakan baru akan menormalkan kebijakan secara bertahap pada awal 2027, termasuk potongan suku bunga satu kali di kuartal pertama dan kedua 2027 sehingga deposito kembali ke sekitar 2%. Keputusan ini mencerminkan transisi dari tekanan energi menuju normalisasi kebijakan. Proyeksi tersebut menekankan bahwa jalur kebijakan akan tetap berorientasi pada menjaga stabilitas harga.

Inflasi diperkirakan tetap lebih tinggi dari target, sehingga ruang untuk pelonggaran agresif menjadi sangat terbatas. ECB menegaskan komitmen menjaga ekspektasi inflasi tidak menyimpang jauh dari jalurnya melalui pengetatan yang terukur di periode mendatang. Langkah-langkah ini dirancang untuk mencegah inflasi melebar lebih jauh sambil menjaga pertumbuhan tetap stabil.

Pasar mata uang merespons potensi pergeseran kebijakan: euro bisa mengalami kekuatan relatif terhadap dolar jika laju naik suku bunga tetap terkendali. Namun, kejutan dari harga energi dan input produksi dapat memperlambat respons pasar secara keseluruhan. Volatilitas harga komoditas juga bisa menambah kompleksitas bagi trader.

Secara keseluruhan, outlook ini menegaskan bahwa inflasi akan tetap menjadi fokus utama hingga 2027, sementara pengetatan yang terukur di awal periode bertujuan untuk menjaga stabilitas harga tanpa memicu perlambatan berlebihan. Investasi dan volatilitas pasar dapat menyesuaikan diri dengan dinamika ini seiring waktu. Investor perlu memperhatikan risiko eksternal seperti geopolitik dan gangguan energi.

broker terbaik indonesia