EUR/GBP telah mendekati level 0,8720 sejak pembukaan sesi Eropa. IHK Inggris menunjukkan tekanan inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi, dengan kenaikan 3,4% YoY pada Desember. Angka ini mendorong kekhawatiran atas biaya hidup dan memperkuat argumen untuk pengetatan moneter lebih lanjut di Inggris. Sementara itu, IHK inti tetap di 3,2% YoY dan menyentuh laju bulanan 0,4%, sesuai proyeksi pasar.
Reaksi pasar terhadap data tersebut memicu permintaan terhadap GBP, sehingga EUR/GBP turun. Pada saat bersamaan, komentar Christine Lagarde menambah nuansa risiko terhadap pasangan tersebut. Lagarde menegaskan bahwa ancaman tarif AS dapat menantang inflasi dan aktivitas ekonomi dalam beberapa tahun ke depan. Bank sentral lainnya, seperti Francois Villeroy de Galhau, menyatakan bahwa setiap tarif baru perlu dievaluasi.
Pedagang menantikan laporan Penjualan Ritel Inggris yang dijadwalkan Jumat, karena angka-angka tersebut bisa memperkuat atau melemahkan tren jangka pendek. Jika penjualan ritel lebih kuat dari ekspektasi, GBP mungkin mempertahankan posisi sehingga EUR/GBP bisa kembali menanjak atau tertahan di level tertentu. Keputusan ini juga perlu dipertimbangkan bersama dinamika kebijakan moneter di zona euro yang tetap rentan terhadap perubahan tarif dan tekanan inflasi. Secara teknis, trader disarankan menunggu konfirmasi arah dari pergerakan harga di sekitar 0,8720-0,8780 sebelum mengambil posisi.
Dampak data inflasi Inggris tergambar jelas pada pasar mata uang, di mana GBP mendapat dukungan sementara EUR melemah. Kenaikan inflasi bulanan 0,4% pada Desember menambah gambaran bahwa risiko tekanan harga tidak menurun dengan cepat. Dalam konteks EUR/GBP, pair ini dapat cenderung turun lebih lanjut jika tekanan inflasi di UK bertahan kuat dan kebijakan ECB tetap volatil.
Komentar ECB menambah dimensi kebijakan yang saling terkait. Lagarde menegaskan bahwa ketidakpastian tetap ada karena potensi tarif AS, yang bisa mengurangi prospek inflasi dan pertumbuhan eurozona. Seorang pengambil kebijakan seperti Francois Villeroy de Galhau mengingatkan bahwa setiap tarif baru perlu dievaluasi dan cenderung teredam pada harga secara keseluruhan. Narasi ini membuat EUR/GBP berisiko bergerak sideways jika data ekonomi Eropa tidak memberikan sinyal jelas.
Secara praktis, pelaku pasar sebaiknya menunggu rilis data penjualan ritel Inggris pada Jumat untuk melihat apakah momentum peningkatan inflasi akan berlanjut. Dalam skenario baseline, tekanan terhadap GBP bisa berlanjut jika data retail mempertajam posisi hawkish pada BoE, yang pada gilirannya akan menekan EUR/GBP. Namun, faktor eksternal seperti kebijakan ECB dan kebijakan perdagangan global tetap menjadi faktor gangguan. Trader disarankan untuk menjalankan manajemen risiko yang ketat dan menghindari overexposure pada pair ini hingga arah yang lebih jelas terlihat.