EUR/GBP melemah pada perdagangan hari Jumat setelah data PMI Inggris yang lebih kuat dari ekspektasi memperkuat Sterling. Angka-angka PMI pendahuluan S&P Global menunjukkan aktivitas bisnis Inggris meningkat tajam di awal tahun, dengan PMI Komposit mencapai 53,9. Sektor jasa memimpin kenaikan, diikuti oleh manufaktur yang juga menunjukkan pemulihan, meskipun pembacaan manufaktur masih berada di atas ambang 50. Pasangan EURGBP turun menuju sekitar 0,8677, setelah sempat menyentuh level tertinggi tiga minggu di sekitar 0,8745 pada awal minggu.
Analis menilai bahwa laporan PMI memberikan gambaran pertumbuhan PDB kuartalan yang kuat, mendekati 0,4%. Komposit 53,9 menandakan ekspansi yang lebih solid dibanding Desember dan menegaskan dinamika output sektor swasta yang sehat. Sektor jasa menunjukkan momentum paling kuat dengan PMI pendahuluan mencapai 54,3, tertinggi dalam 21 bulan, sementara pembacaan manufaktur sedikit lebih stabil di 51,6, menjadi pembacaan terkuat dalam 17 bulan.
Data penjualan ritel Inggris juga mengejutkan ke sisi atas: penjualan naik 0,4% MoM pada Desember, dan meningkat 2,5% secara tahunan. Penjualan Ritel tanpa bahan bakar naik 0,3% MoM di bulan Desember, mengalahkan prakiraan penurunan 0,2% setelah turun 0,4% bulan sebelumnya; secara tahunan, penjualan meningkat menjadi 3,1% dari 2,6% (direvisi naik dari 1,2%).
Megan Greene, Kepala Ekonom Bank of England, menegaskan bahwa ia kini tidak terlalu khawatir tentang permintaan yang melemah. Ia memperingatkan bahwa risiko utama terkait disinflasi yang melambat, dan bahwa kebijakan bank sentral lain seperti Federal Reserve yang lebih longgar dapat mendorong inflasi Inggris lebih tinggi. Pernyataan tersebut menambah dukungan terhadap Sterling dan menyeimbangkan ekspektasi pemotongan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.
Data yang lebih kuat dan komentar Greene mengurangi kepastian pasar mengenai jadwal pemotongan suku bunga jangka pendek. Banyak investor menunggu sinyal lebih lanjut dari BoE mengenai kapan kebijakan bisa dikeluarkan tanpa mengorbankan pemulihan ekonomi. Implikasi praktisnya, BoE cenderung menahan langkah pelonggaran lebih lanjut untuk menjaga disiplin fiskal dan menilai disinflasi secara lebih seksama.
Dengan gambaran data yang optimis, pasar menyimpulkan bahwa pemotongan suku bunga kemungkinan ditunda lebih lama dari sebelumnya. Hal ini menjaga perbedaan suku bunga versus ECB dan menjaga Sterling relatif kuat terhadap euro. Secara umum, nada kebijakan BoE tampak lebih sabar dan terpaut dari dinamika inflasi yang masih di atas target.
Di Zona Euro, gambar momentum ekonomi tetap beragam meski PMI pendahuluan HCOB menunjukkan beberapa dinamika yang berbeda antar sektor. PMI Komposit berada di 51,5 pada Januari, sedikit di bawah ekspektasi 51,6 dan tidak berubah dibanding Desember. PMI Manufaktur naik menjadi 49,4 dari 48,8, sedikit melampaui perkiraan 49,0, sementara PMI Jasa turun menjadi 51,9 dari 52,4.
Laporan kebijakan moneter menunjukkan ECB berada dalam posisi yang lebih stabil dan cenderung mempertahankan tingkat bunga saat ini untuk beberapa waktu. Kurva swap menggambarkan suku bunga simpanan ECB sekitar 2,00% selama 12 bulan ke depan, yang menambah kepercayaan pada kesinambungan kebijakan yang saat ini tidak berubah. Tekanan terhadap euro muncul dari perbedaan dinamika ekonomi antar negara anggota dan prospek inflasi yang masih dipantau.
Secara keseluruhan, situasi ini menempatkan euro pada posisi yang kurang kuat terhadap pound sehingga pergerakan kurs mungkin dipengaruhi oleh pernyataan ECB dan rilis data ekonomi berikutnya. Investor menunggu panduan kebijakan dari ECB dan data inflasi yang lebih akurat untuk menentukan arah jangka menengah. Sinyal perdagangan pada EURGBP saat ini lebih bergantung pada perubahan ekspektasi suku bunga daripada faktor teknikal semata.