Data PMI Jasa Zona Euro untuk Januari menunjukkan perlambatan aktivitas sektor jasa. Indeks turun menjadi 51,9 dan berada di bawah pembacaan bulan sebelumnya serta ekspektasi pasar. Sementara itu, PMI Jasa Jerman berhasil mengalahkan prediksi dan tetap berada di wilayah ekspansif, meskipun PMI Manufaktur Jerman membaik namun belum menembus batas ekspansi-kontraksi.
Keselarasan data tersebut menambah tantangan bagi euro menghadapi dinamika yang beragam di belahan benua. Ketika ECB menekankan pendekatan berbasis data, pergerakan euro lebih banyak tergantung pada arah inflasi dan pertumbuhan di sisa kuartal ini. Kondisi ini menciptakan ruang bagi volatilitas EUR terhadap mitra seperti GBP.
Di sisi lain, data Inggris menunjukkan stimulus bagi Pound Sterling. Penjualan ritel dan PMI Inggris yang lebih kuat dari ekspektasi menambah prospek BoE untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan berikutnya. Pasar juga menilai bahwa pemotongan suku bunga lebih lanjut mungkin tertunda, meski gambaran ekonomi global masih beragam.
Dengan EUR/GBP berada di sekitar 0,8680 dan tren penurunan beruntun berpotensi berlanjut, bias teknikal saat ini membantu narasi jual pada pasangan ini. Target penurunan di kisaran 0,8580 tampaknya lebih menarik dibandingkan kemungkinan rebound. Namun, pergerakan harga tetap perlu konfirmasi dari rilis data berikutnya.
Rekomendasi perdagangan adalah membuka posisi jual (sell) dengan risk-reward minimal 1:1,5. Level 0,8680 dipertimbangkan sebagai harga pembukaan, dengan stop loss di 0,8720 dan take profit di 0,8580; jalur ini memenuhi rasio risiko/imbalance yang diharapkan pasar.
Untuk manajemen risiko, pengelolaan posisi perlu disesuaikan dengan volatilitas harian dan ukuran posisi akun. Pertimbangkan ukuran lot yang memadai dan menggunakan trailing stop jika harga bergerak menguntungkan; evaluasi ulang skenario jika data ekonomi utama berubah arah, misalnya laporan IFO Jerman atau rilis data UK yang lebih tajam.