EUR/GBP berada di sekitar 0.8720 pada pembukaan sesi Eropa. Pergerakannya terlihat datar karena pelaku pasar menunggu arah rilis data penting minggu ini. Ketidakpastian ini membuat para trader menilai potensi kejutan data terhadap jalur kebijakan bank sentral.
Nada hawkish dari ECB memberi dukungan pada euro dibanding pound. Presiden Lagarde menegaskan kebijakan akan tetap restriktif hingga inflasi kembali ke target 2%. Sinyal ini meningkatkan tekanan pada kurs GBP ketika fokus pasar beralih ke kebijakan mendatang.
Bank of England diperkirakan akan menahan suku bunga 3.75% sepanjang tahun ini, menurut Reuters poll. Pasar menantikan rilis data Retail Sales zona euro dan inflasi Jerman untuk memberi petunjuk lebih jelas mengenai jalur kebijakan ECB.
Komentar pejabat ECB menegaskan bahwa kenaikan suku bunga berikutnya kemungkinan terjadi, meski timing tepatnya masih belum jelas. Inflasi yang tetap tinggi dan tekanan energi menjadi faktor kunci yang dibahas para investor.
Sementara itu Bank of England menggeser fokusnya dari potensi pemotongan menuju sikap menunggu dan melihat perkembangan ekonomi. Kebijakan BoE yang berhati-hati membuat pasangan EUR/GBP tetap rentan terhadap dinamika data domestik Inggris.
Rilis Retail Sales zona Euro dan angka inflasi Jerman pekan ini dapat memberi petunjuk tentang arah kebijakan ECB untuk sisa tahun ini. Pasar menunggu konfirmasi apakah jalur kenaikan suku bunga di 2026 sudah terbentuk.
Secara umum, EUR/GBP berpotensi menguat jika tekanan hawkish ECB bertahan dan data ekonomi terus mendukung. Namun volatilitas tetap tinggi karena faktor kebijakan BoE dan dinamika energi yang dapat mengubah sentimen secara mendadak.
Strategi yang disarankan adalah posisi long EURGBP dengan open sekitar 0.8720, target di 0.8800 dan stop di 0.8670. Rasio risiko-imbalan sekitar 1.6:1 membuatnya memenuhi standar minimal yang ditetapkan.
Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca memahami dampak kebijakan bank sentral terhadap pasangan mata uang utama.