
Data PMI komposit HCOB untuk Juli naik menjadi 51.9, tertinggi dalam lima bulan dan melampaui proyeksi 50.2. Angka ini mengindikasikan kelangsungan resiliensi ekonomi zona euro. Sektor jasa juga rebound ke 51.6 dan sektor manufaktur ke 52.0, mendukung narasi pertumbuhan ekonomi yang moderat meskipun ada ketegangan geopolitik.
ECB mempertahankan suku bunga utama pada pertemuan terakhirnya setelah menaikkan 25 basis poin pada Juni. Otoritas moneter menegaskan bahwa kebijakan masa depan akan bergantung pada jalur inflasi dan risiko di sekitarnya. Pasar telah sepenuhnya menimbang kemungkinan kenaikan pada pertemuan September, meskipun beberapa pembuat kebijakan menekankan perlunya data inflasi yang lebih kuat.
Rilis PMI yang lebih kuat memperkuat gambaran ekonomi zona euro yang lebih tahan banting meskipun ketegangan di Timur Tengah. Hal ini menambah argumen bahwa ECB bisa menjaga kebijakan restriktif untuk sementara waktu. Para pelaku pasar tetap memantau data inflasi dan risiko eksternal untuk keputusan ke depan.
Bank of Japan diperkirakan akan mempertahankan kebijakan suku bunga pekan depan, meskipun beberapa sumber menunjukkan inflasi bisa melampaui target 2%. Kebijakan tersebut terjadi saat harga minyak yang tinggi dan tekanan bunga di Jepang membebani Yen. Pasar juga melihat bahwa USD/JPY berada di dekat level tertinggi 40 tahun, menopang ekspektasi tekanan pada mata uang Jepang.
Inflasi Jepang menunjukkan kenaikan 1.7% YoY pada Juni, naik dari 1.5% di Mei, memberi ruang bagi bank sentral untuk menilai risiko inflasi tambahan. Sementara itu, pasar menilai risiko kejutan pasokan minyak yang bisa mempengaruhi volatilitas harga, meski beberapa pejabat melihat ancaman langsung berkurang sejak April.
Para analis menilai bahwa meski risiko intervensi tidak dapat diabaikan, BoJ diperkirakan menjaga kebijakan untuk saat ini. Narasi ini menjaga keseimbangan antara ekspektasi kebijakan ultra longgar dan dinamika imbal hasil global. Pelaku pasar tetap waspada terhadap potensi intervensi jika volatilitas yen meningkat secara signifikan.
EUR/JPY diperdagangkan sekitar 186.30 setelah mencapai 186.67 pada Kamis kemarin, yang merupakan tertinggi 12 minggu. Pergerakan itu menunjukkan fase konsolidasi pasca reli, didorong oleh pelemahan Yen dan imbas kabar kebijakan ECB yang relatif kuat. Level teknikal volatil menandai area support dekat 185.50 dan resistance sekitar 189.0.
Data PMI Eropa yang lebih kuat mendukung ekspektasi bahwa ECB akan menjaga sikap kebijakan yang lebih ketat, sementara BoJ cenderung menahan kebijakan. Pasar menilai peluang kenaikan suku bunga pada September terhadap risiko volatilitas yen, sambil memantau eskalasi geopolitik dan pergerakan minyak.
Sinyal perdagangan yang dianjurkan adalah membeli EURJPY dengan open 186.30, stop loss 185.50, take profit 189.50. Rasio risiko/imbalan sekitar 4:1, memenuhi standar yang diperlukan untuk trading yang lebih konservatif. Namun investor perlu memperhatikan faktor risiko seperti volatilitas minyak, dinamika suku bunga global, serta potensi kejutan geopolitik.