Data PMI gabungan Eurozone yang dirilis oleh HCOB menunjukkan aktivitas sektor swasta meningkat menjadi 51.9 pada Februari, melampaui ekspektasi 51.5. Perbaikan ini menandai ekspansi yang menyeluruh di sektor manufaktur dan jasa, menegaskan pijakan pemulihan ekonomi di kawasan tersebut.
Secara rinci, PMI manufaktur kembali ke wilayah ekspansi di 50.8 (naik dari 49.5), sementara PMI jasa naik menjadi 51.8 meski meleset sedikit dari proyeksi 52. Angka-angka ini memperkuat gambaran pemulihan bertahap menjelang kuartal pertama.
Di sisi kebijakan, Presiden ECB Christine Lagarde mengisyaratkan masa jabatan hingga Oktober 2027, yang membantu menenangkan beberapa kekhawatiran politik terkait kebijakan. Komentar tersebut mengurangi ketidakpastian mengenai jalur suku bunga, meskipun gambaran kebijakan masih terbit dari dinamika data ekonomi.
Di Jepang, inflasi melemah pada Januari: CPI YoY 1.5% turun dari 2.1%; Core CPI 2.0% turun dari 2.4%; Core-core 2.6% menunjukkan pelemahan tekanan harga inti. Data ini menambah ruangan bagi BoJ untuk mempertimbangkan langkah-langkah normalisasi kebijakan, meskipun momentum permintaan domestik tetap kuat.
Menurut tim riset Danske Bank, moderasi inflasi inti mendekati level terendah dalam dua tahun dapat mempengaruhi keputusan BoJ untuk melanjutkan fase normalisasi kebijakan dalam waktu dekat. Faktor-faktor domestik seperti permintaan yang stabil juga menjadi bagian penting analisis ini.
Menteri Keuangan Sanae Takaichi menegaskan komitmennya untuk menurunkan debt-to-GDP secara bertahap dan menjaga stabilitas fiskal. Namun, kombinasi inflasi yang melambat dan ketidakpastian laju pengetatan masih membatasi dukungan terhadap Yen, sehingga EUR/JPY diperdagangkan dengan bias bullish moderat dalam jangka pendek.
Memandang pergerakan harga, EUR/JPY saat ini berada di sekitar 182.75, dengan bias naik yang terlihat jelas dalam kerangka jangka pendek. Rilis data ekonomi baru memperkuat pandangan bahwa pasangan mata uang ini dapat melanjutkan tren positif jika data selanjutnya menunjukkan pemulihan berkelanjutan.
Rencana perdagangan yang disarankan adalah membuka posisi long di EUR/JPY dengan open 182.75, stop loss 181.75 dan take profit 184.50. Rasio risiko-imbalan sekitar 1:1.75 memenuhi kriteria minimal 1:1.5 sambil menjaga risiko terkendali.
Meski prospek teknikal cerah, dinamika kebijakan dan volatilitas pasar tetap menjadi faktor utama. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.