EUR/JPY diperdagangkan mendekati level 183,50, menunjukkan kisaran yang relatif sempit sepanjang sesi. Pergerakan ini mencerminkan campuran volatilitas pada pasangan mata uang utama dan tekanan pada Yen Jepang. Investor menantikan arah kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) yang akan dipublikasikan akhir pekan ini.
Tekanan utama pada Yen muncul setelah rilis data inflasi Tokyo yang lebih lemah dari ekspektasi. Indeks Harga Konsumen Tokyo melambat, memperkecil peluang BoJ untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa kebijakan akan lebih hati-hati selama normalisasi kebijakan.
Di sisi teknikal, level sekitar 183,5 berperan sebagai patokan utama. Jika EUR/JPY mampu melanjutkan penguatan, target resistance terasa di kisaran 184,0–184,5. Namun pandangan pasar terikat pada arah kejutan kebijakan ECB yang bisa menggeser arah pasangan ini secara signifikan.
| Indikator | Nilai | Keterangan |
|---|---|---|
| Level kunci | 183,50 | Patokan teknikal utama |
| Resistance | 184,0–184,5 | Potensi tembus jika sentimen membaik |
| Support | 183,0 | Batas bawah saat volatilitas rendah |
BoJ cenderung berhati-hati setelah data inflasi Jepang yang melemah dan proyeksi kebijakan yang masih longgar. Pasar menilai bahwa peluang kenaikan suku bunga akan menunggu sinyal yang lebih jelas dalam beberapa pertemuan mendatang. Perdebatan fiskal domestik juga menambah ketidakpastian mengenai arah kebijakan moneter.
Rencana paket kebijakan ekspansif meningkatkan risiko pada profil fiskal Jepang. Ketidakpastian pemilu mendatang dapat meningkatkan kebijakan stimulus dan pemotongan pajak. Investor khawatir langkah fiskal tambahan akan menambah beban pada neraca negara.
Di pasar, kehati-hatian tetap memoderasi aksi jual terhadap yen karena adanya kekhawatiran intervensi resmi. Rumor mengenai evaluasi nilai tukar dan peringatan resmi dari Kementerian Keuangan menjaga volatilitas JPY tetap terkendali untuk saat ini. Permintaan terhadap aset safe-haven juga naik saat risiko geopolitik dan perdagangan global tetap tinggi.
Di sisi Eropa, prospek ECB menjadi fokus utama karena keputusan kebijakan akhir pekan ini dinilai akan mempertahankan suku bunga pada levelnya. Dewan Gubernur menegaskan komitmen terhadap target inflasi 2% tanpa mengubah komponen utama biaya pinjaman. Sinyal komunikasi dari ECB tetap mengarah pada kebijakan yang hati-hati dengan penilaian data secara pertemuan.
Data zona euro terbaru membawa nuansa optimistis moderat. Indeks Manajer Pembelian (PMI) Hamburg Commercial Bank (HCOB) naik menjadi 49,5 pada Januari, mengalahkan ekspektasi meski tetap di wilayah kontraksi. PMI Jerman revisi naik menjadi 49,1 dari 48,7, menambah dorongan bahwa aktivitas industri belum pulih sepenuhnya.
Secara keseluruhan, dinamika ECB dan data regional memberikan gambaran bahwa EUR perlu menebus pelemahan terhadap USD untuk menjaga tren naiknya. Pasar tampak menimbang risiko fiskal Jepang dan pergeseran kebijakan Bank of Japan terhadap arah risiko global. Dalam kerangka ini, pasangan EUR/JPY cenderung tetap rentan terhadap kejutan kebijakan atau data ekonomi utama.