
Menurut Philip Wee dari DBS Bank, volatilitas GBP menunjukkan daya tahan lebih kuat dibandingkan EUR dan CHF sejak Operasi Epic Fury. Daya tahan itu didorong oleh paparan energi yang lebih rendah di Inggris serta tingkat suku bunga kebijakan yang lebih tinggi. Akibatnya, Pound menempati posisi berbeda dibandingkan pasangan euro dan franc.
Namun dia menekankan bahwa GBP kini berisiko melemah karena pasar menimbang risiko politik nasional dan ekspektasi kebijakan BoE yang meningkat. Ketidakpastian politik memiliki potensi mengubah sentimen pasar dan aliran modal menuju mata uang lain ketika risiko fiskal meningkat.
Kekuatan Pound terlihat menonjol setelah Operasi Epic Fury, namun pergeseran fokus ke risiko politik di Inggris dapat mengubah arah sentimen terhadap GBP dan menambah volatilitas jangka pendek.
Data April menunjukkan GBP melesat sekitar 2,9 persen, mengungguli CHF sekitar 2,3 persen dan EUR sekitar 1,5 persen, mencerminkan perlindungan terhadap shock energi dan dukungan kebijakan moneter. Kondisi ini memperkuat pandangan pasar bahwa GBP masih menarik meski faktor global tetap dinamis.
Namun pada pertengahan Mei pergerakan GBP menurun sekitar 0,6 persen, sementara EUR turun sekitar 0,2 persen dan CHF turun sekitar 0,1 persen. Ketidakpastian jangka pendek menekan arah GBP meski tren jangka panjang masih relatif apik.
Pasar kini memusatkan perhatian pada risiko politik di 10 Downing Street, sementara eskalasi atau penyelesaian konflik Iran berdampak pada kekuatan USD global dan akhirnya mempengaruhi arah GBP secara tidak langsung. Contoh dampak kebijakan fiskal adalah krisis mini anggaran Liz Truss pada 2022 yang menunjukkan sensitivitas pasar terhadap risiko politik.
Bagi trader volatilitas GBP menghadirkan peluang dan risiko yang berbeda dibandingkan pasangan utama lain. Ketidakpastian politik Inggris dan dinamika kebijakan BoE menciptakan lingkungan perdagangan yang cukup bergejolak.
Pelaku pasar perlu menimbang faktor politik dan jalur kebijakan moneter serta bagaimana konflik geopolitik dapat mengubah kekuatan dolar yang mempengaruhi GBP. Perhatikan sinyal fundamental yang lebih kuat daripada sinyal teknikal jangka pendek yang cenderung berubah cepat.
Saran praktis bagi pelaku pasar adalah menghindari keputusan terburu-buru dan fokus pada analisis kebijakan fiskal serta prospek moneter Inggris. Kelola risiko dengan ukuran tepat, dan jika ada peluang trading pastikan rasio risiko-imbalan minimal 1 terhadap 1.5 tanpa ekspektasi keuntungan berlebih, mengingat sinyal jelas saat ini tidak terdefinisi secara teknikal. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.