
EUR/USD tetap bertahan relatif kuat seiring sentimen risiko global meski ada kekhawatiran mengenai ketegangan di Gulf. Analisis yang dirangkum oleh ING menunjukkan pasar secara umum menahan aksi jual di pasangan ini. Hal tersebut mencerminkan aliran likuiditas global yang mendukung stabilitas jangka pendek meskipun risiko geopolitik meningkat.
Namun peringatan utama adalah level saat ini belum cukup untuk menahan koreksi ekuitas yang lebih luas. Francesco Pesole menyatakan bahwa momentum bullish di atas 1.180 kemungkinan besar tidak berkelanjutan jika risiko pasar tetap tinggi. Karena itu, skenario retest menuju sekitar 1.170 lebih mungkin terjadi jika turbulensi saham berlanjut.
Di sisi kebijakan, berbeda antara ECB dan Federal Reserve turut membentuk arah pasangan ini. Kapitalisasi pasar melihat ECB lebih hawkish daripada Fed, yang menambah tekanan pada EUR/USD dalam skenario saat ini. Menurut Cetro Trading Insight, kelelahan teknikal bisa terjadi jika pola pergerakan gagal menembus resistance kunci.
Fokus hari ini adalah keluaran ZEW Jerman untuk Mei, yang diperkirakan menunjukkan pelemahan lanjutan pada sentimen investor. Indeks ekspektasi dan kondisi saat ini diperkirakan menurun lagi, menambah beban pada pandangan pertumbuhan zona euro. Para analis menilai bahwa data ini perlu dilihat dalam konteks geopolitis yang fluktuatif.
Meskipun interpretasi ZEW bisa sulit di lingkungan geopolitik yang sangat volatile, pesan umum tetap jelas: outlook pertumbuhan eurozona menuju pelemahan. Kendati ada dinamika volatil, tanda penurunan ini sering kali memicu pelaku pasar untuk menambah posisi defensif. Hal ini memperkuat tekanan bagi EUR/USD jika data inti terus melemah.
Pandangan kami terhadap EUR/USD tetap bearish kecuali ada langkah nyata menuju perdamaian AS-Iran. Skenario seperti itu bisa menambah kestabilan pasar dan memungkinkan pergerakan lebih luas ke atas, namun tanpa kemajuan, peluang melanjutkan tekanan turun lebih besar.
Kalender eurozone hari ini memuat rilis ZEW yang memberi gambaran awal tentang kondisi di Jerman. Data ini menjadi tolok ukur bagi sentimen investor dan potensi respons kebijakan. Analyst melihat sinyal awal mengenai arah pemulihan atau penurunan ekonomi.
Konsensus memperkirakan penurunan lebih lanjut pada indeks ekspektasi maupun kondisi saat ini. Perbedaan pandangan antara kebijakan ECB dan dinamika data menambah volatilitas di pasar. Investor menilai bagaimana data tersebut memengaruhi keputusan pelaku moneter.
Meski data bisa ditafsirkan beragam dalam konteks geopolitik yang sangat volatile, intinya penurunan outlook eurozona tetap jelas. Keterangan tersebut menjaga bias bearish pada EUR/USD selama faktor fundamental belum membaik. Dari sisi teknikal, level 1.170 tetap menjadi acuan penting untuk memantau arah berikutnya sambil mengikuti perubahan risiko dan sikap kebijakan.