
Pasar saham AS meluncur dalam pembukaan perdagangan dengan dorongan optimisme yang terasa nyata, seolah menampilkan kekuatan ekonomi lebih besar daripada yang terlihat dari data inti. Cetro Trading Insight menekankan bahwa dinamika global dan harapan terhadap pelonggaran kebijakan mendorong minat investor meski inflasi tetap menjadi pengingat risiko.
Dow Jones Industrial Average terangkat 270,32 poin atau 0,54 persen menjadi 49.963,52; S&P 500 naik 28,32 poin atau 0,38 persen menjadi 7.472,57; dan Nasdaq Composite melonjak 92,85 poin atau 0,35 persen menjadi 26.495,19. Angka-angka ini menggambarkan aliran modal yang masih tertuju pada ekuitas berkapitalisasi besar di tengah volatilitas geopolitik global.
Sektor teknologi tetap menjadi sayap utama penguatan, dengan beberapa komponen utama menunjukkan daya tarik yang lebih tinggi. Sembilan dari sebelas sektor utama di S&P 500 berada di wilayah positif, menunjukkan penyebaran keuntungan yang luas meski tantangan makroekonomi masih ada.
Saham Nvidia naik sekitar 3% setelah laporan bahwa pemerintah AS mengizinkan sekitar 10 perusahaan China untuk membeli chip AI terkuat kedua mereka, H200, sebuah langkah yang diyakini bisa menjaga ekosistem AI tetap dinamis. Valuasi pasar Nvidia pun berkisar di sekitar USD 5,6 triliun, mencerminkan dominasi perusahaan chip dalam narasi pertumbuhan teknologi saat ini.
Selain itu, Cisco Systems melonjak 14,7% ke level tertinggi sepanjang masa setelah perusahaan jaringan tersebut mengumumkan restrukturisasi yang memangkas hampir 4.000 tenaga kerja dan menaikkan proyeksi pendapatan tahunan berkat lonjakan pesanan dari perusahaan hyperscaler. Lonjakan ini mencerminkan permintaan infrastruktur TI yang masih kuat meskipun lingkungan makroekonomi beragam.
Reli positif pada saham-saham teknologi ini menambah warna pada peta pergerakan pasar yang sejauh ini terlihat resilient meski terdapat komentar tentang risiko geopolitik di Timur Tengah serta risiko inflasi akibat dinamika harga energi. Menurut para analis, reli ini juga menegaskan bahwa arus modal menuju ekuitas berkualitas tinggi tetap terjaga, didorong oleh ekspektasi pertumbuhan pendapatan dan inovasi teknologi.
Penjualan ritel AS meningkat 0,5% pada April, sesuai perkiraan, meskipun sebagian kenaikan itu kemungkinan disebabkan oleh inflasi terkait eskalasi harga minyak. Meskipun konsumen tidak berada dalam resesi, perubahan perilaku belanja serta tekanan harga membuat belanja ritel tidak lagi menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi seperti beberapa kuartal sebelumnya.
Jumlah warga AS yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran meningkat moderat minggu lalu, menunjukkan pasar tenaga kerja tetap stabil meski dinamika permintaan tenaga kerja terus dipantau investor. Secara keseluruhan, beberapa analis menilai pasar tenaga kerja tetap menjadi kunci dalam menilai daya tahan ekonomi dalam fase pemulihan saat ini.
Pertemuan antara AS dan China serta proyeksi kebijakan geopolitik tetap menjadi fokus utama. Di sela pembicaraan tersebut, muncul komitmen bahwa Selat Hormuz tetap terbuka dan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, sebuah sinyal bahwa para pemimpin ekonomi besar berupaya menyeimbangkan keamanan regional dengan kepentingan perdagangan global. Analisis dari Cetro Trading Insight menekankan bahwa faktor geopolitik tetap menjadi risiko yang perlu dimonitor, meskipun langkah-langkah stabilisasi pasar terlihat kuat saat ini.