
Rabobank melalui analis senior FX Jane Foley memperkirakan EUR/USD akan tetap bergerak dalam rentang terbatas dekat level moving averages utama. Ketidakpastian seputar potensi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran serta data AS yang bisa mengubah ekspektasi kebijakan Federal Reserve menjadi faktor utama yang menjaga pasangan mata uang ini menahan arah. Dalam pandangan ini, pergerakan jangka pendek lebih cenderung datar sambil menunggu sinyal baru dari perkembangan geopolitik dan data makro.
Foley menilai adanya permintaan dolar AS sebagai aset safe-haven pada jangka pendek meski proyeksi pemulihan EUR/USD diperkirakan berlangsung secara bertahap selama 3–6 bulan. Ia menegaskan bahwa target 1.20 untuk EUR/USD tetap menjadi level yang menantang karena risiko pertumbuhan Zona Euro yang lebih lemah. Hal ini menegaskan bahwa volatilitas bisa meningkat jika ada kejutan positif mengenai ekonomi kawasan euro atau perubahan kebijakan.
Secara teknis, pembahasan pasar menunjukkan potensi pergerakan sideways hingga faktor fundamental baru terungkap. Jika sentimen berubah, arah selanjutnya bergantung pada bagaimana berita geopolitik dan data ekonomi AS mempengaruhi kebijakan Fed. Oleh karena itu, trader perlu menjaga pola risk management hingga konfirmasi pasar muncul.
Dari sisi teknis, EUR/USD berada di bawah level moving averages 50, 100, dan 200 hari. Level SMA terakhir berada di sekitar 1.1682 menjadi acuan utama untuk melihat potensi pergerakan selanjutnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan jual jangka pendek masih relevan jika harga gagal menembus resistensi di level tersebut.
Secara umum, breakout di atas level level ini bisa mendorong pembelian lebih lanjut karena investor melihat peluang perubahan arah. Namun jalur untuk lanjut lebih tinggi masih dibatasi oleh ketidakpastian fundamental seperti negosiasi AS Iran dan laporan ekonomi AS yang akan datang. Secara dekat, level dukungan sekitar 1.15 sering dipandang sebagai zona kritis jika harga turun.
Untuk jangka pendek, skenario perdagangan tetap terpengaruh oleh berita geopolitik dan data ekonomi. Pada saat yang sama, proyeksi jangka menengah hingga panjang masih bergantung pada pandangan bank sentral dan dinamika pertumbuhan zona euro. Pembaca disarankan memastikan manajemen risiko dan menghindari spekulasi berlebihan saat pasar belum memberikan sinyal jelas.
Secara fundamental, Rabobank memperbarui pandangan geopolitik dengan menilai risiko tidak dibukanya kembali Selat Hormuz dalam periode satu hingga tiga bulan ke depan. Kondisi geopolitik seperti ini mendorong permintaan dolar AS sebagai aset safe-haven dan dapat membatasi pergerakan EUR/USD ke arah atas dalam jangka pendek. Pasar juga memantau bagaimana data makro AS akan membentuk ekspektasi kebijakan Fed.
Dari sisi kebijakan moneter, pandangan terhadap Fed menjadi kunci. Pasar telah memasukkan dua kali kenaikan suku bunga ECB ke harga lebih lanjut, sementara hambatan pertumbuhan Zona Euro membuat target 1.20 terasa berat. Kelemahan pertumbuhan di blok euro menjadi faktor utama yang menahan kemajuan pasangan mata uang meski ada sinyal untuk perbaikan di masa depan.
Kesimpulan jangka menengah menyiratkan EUR/USD kemungkinan bergerak secara bertahap dengan peluang menguji level sekitar 1.15 hingga 1.20, tergantung pada dinamika geopolitik dan data ekonomi mendatang. Cetro Trading Insight menyarankan pembaca untuk menjaga risiko yang seimbang dan fokus pada faktor fundamental dibandingkan spekulasi jangka pendek.