
EUR/USD berada di wilayah negatif sekitar 1.1615 pada sesi Asia awal hari Senin. Pergerakannya mencerminkan dominasi sentimen berhati-hati di pasar mata uang utama, sehingga menekan pasangan euro. Investor juga menantikan data PMI yang akan dirilis untuk mengiris arah ekonomi menjelang rilis pekan ini.
Faktor geopolitik tetap menjadi penggerak utama, dengan dolar mendapat dukungan sebagai aset pelindung nilai. Ketegangan antara AS dan Iran menambah volatilitas di pasar mata uang dan membangun bias ke arah dolar. Sinyal ini menempatkan EURUSD pada tekanan lebih lanjut meski pedagang menilai langkah ECB sebagai penyeimbang.
Para trader menantikan rilis PMI awal untuk zona euro dan AS yang dijadwalkan pada minggu ini. Data ini diperkirakan menunjukkan arahan aktivitas industri dan jasa, sehingga berpotensi mengubah ekspektasi kebijakan moneter. Pada konteks ini, pernyataan ECB tentang kenaikan 25 basis poin pada Juni tetap menjadi faktor penting.
Di sisi fundamental, ketegangan Iran-AS menjadi sumber risiko bagi rencana kebijakan para bank sentral. Trump menekan Iran agar segera bergerak, sementara perang kata-kata menambah risiko pada stabilitas pasar. Liputan media menunjukkan pernyataan tegas dan persyaratan yang diajukan, memperbesar ketidakpastian bagi euro.
Pasar juga memperhatikan sinyal bahwa ECB berencana menaikkan suku bunga deposito sebesar 25 bps pada pertemuan Juni, yang tercermin dari proyeksi ekonom Reuters poll yang mayoritas memprediksi kenaikan tersebut. Prospek kenaikan suku bunga bisa menjadi faktor pendukung bagi euro meski risiko geopolitik membatasi pergerakan.
Dinamika kebijakan moneter kawasan euro, ditambah dinamika geopolitik, membentuk gambaran teknis jangka pendek untuk EURUSD. Investor cenderung mencari pedoman dari data ekonomi dan komentar bank sentral sebelum membuat keputusan besar. Kombinasi risiko geopolitik dan ekspektasi kebijakan ECB membuat arah pasangan ini masih rentan.
Data PMI yang akan dirilis pada hari Kamis diharapkan memberi petunjuk jelas tentang momentum ekonomi di wilayah euro dan AS. Analisis awal menunjukkan beberapa sinyal melambat di sektor manufaktur dan jasa, meski tetap bertahan di wilayah ekspansi. Hasilnya bisa mempengaruhi persepsi kebijakan moneter dan arah EURUSD.
Secara teknikal, beberapa analis melihat potensi retest area 1.16 jika tekanan tetap ada. Level lain di sekitar 1.15 bisa menjadi target wajar untuk pelemahan lebih lanjut. Sementara momentum positif bisa muncul jika harga berhasil menembus tingkat resistance di sekitar 1.17-1.18.
Strategi perdagangan yang disarankan adalah fokus pada manajemen risiko karena volatilitas geopolitik bisa tiba-tiba meningkat. Gunakan stop loss yang ketat dan sesuaikan ukuran posisi dengan toleransi risiko. Selalu periksa rilis data PMI dan pernyataan bank sentral terkait.