EUR/USD melemah di sesi Asia, berada di sekitar 1.1794 setelah sempat menyentuh 1.1829. Pergerakan ini terjadi seiring dolar AS rebound yang menekan euro dan menjaga fokus pada dinamika kebijakan The Fed. Dengan penguatan dolar, pelaku pasar juga menimbang reaksi pasar terhadap data ekonomi terbaru dan prospek suku bunga di bulan-bulan mendatang. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.
Data tenaga kerja AS menunjukkan resilien yang mendukung sudut pandang bahwa Fed bisa bersabar sebelum memangkas biaya pinjaman. Klaim pekerjaan awal turun menjadi 212 ribu, mengalahkan estimasi 215 ribu, sementara klaim berkelanjutan turun menjadi 1.833 juta. Rata-rata empat minggu juga sedikit naik menjadi 220.25 ribu, menambah bukti kekuatan pasar tenaga kerja.
Indikator dolar AS, DXY, berada di sekitar 97.83 setelah rebound dari level intraday rendah 97.49. Pasar menilai peluang pemotongan 25 bps pada Juni telah menurun menjadi sekitar 41% menurut CME FedWatch, yang memberi dukungan lebih lanjut bagi dolar. Secara keseluruhan, fokus investor beralih ke narasi kebijakan dan bagaimana inflasi yang tidak seragam menahan kemajuan ekonomi.
Pasar menilai The Fed akan menahan suku bunga pada rapat Maret dan April karena momentum inflasi yang tidak merata dan kinerja ekonomi yang tetap solid. Percakapan mengenai kebijakan yang lebih akomodal menjaga dolar tetap kuat terhadap rata-rata global. Dalam konteks ini, EURUSD cenderung menguji sisi bawah kisaran karena pergeseran ekspektasi pemangkasan.
Ketidakpastian terkait kebijakan perdagangan, kredibilitas fiskal, dan independensi bank sentral meningkatkan volatilitas di pasar, terutama pada pasangan mayor. Para pelaku pasar menilai bahwa semua faktor ini membatasi peluang euro untuk rebound kuat dalam jangka pendek. Sinyal pasar menjadi lebih sensitif terhadap data tenaga kerja dan indikator harga yang masuk pada bulan ini.
Pasangan akan menantikan data Producer Price Index (PPI) untuk Januari yang dirilis Jumat, sebagai panduan arah jangka pendek. Analis memperkirakan PPI utama naik 0.3% secara bulanan dan 2.6% secara tahunan, yang bisa mempengaruhi ekspektasi kebijakan Fed. Hasil data ini bisa memperkuat narasi bahwa tekanan inflasi tetap berlevel tinggi meskipun ada pembicaraan pemulihan ekonomi.
Bagi trader, setup jual EURUSD bisa dipertimbangkan jika harga menembus support sekitar 1.1780 dan berikutnya mendekati 1.1760 dengan konfirmasi pelemahan lanjutan. Pastikan juga adanya konfirmasi dari indikator momentum untuk menghindari fakeout. Dengan outlook dolar yang tetap kuat, risiko perlu dikelola dengan ketat.
Stop loss ditempatkan di atas open sekitar 1.1830 dan take profit sekitar 1.1700, menjaga rasio risiko-reward minimal 1:1.5 sesuai pedoman manajemen risiko. Pelaku pasar disarankan untuk menilai dinamika pasar secara berkala karena data ekonomi bisa mengubah arah dalam hitungan jam. Monitor juga pergerakan DXY dan rilis data PPI untuk sinyal tambahan.
Namun, skenario positif untuk euro hanya muncul jika data AS menunjukkan pelemahan inflasi atau perubahan kebijakan The Fed, sementara realita saat ini menandakan sebaliknya. Investor perlu siap menghadapi volatilitas yang lebih tinggi jika ketidakpastian kebijakan meningkat. Secara umum, fokus utama tetap pada tekanan dolar dan potensi penurunan lanjutan untuk EURUSD jika tren ini berlanjut.