Analisis dari ING, dilakukan oleh Frantisek Taborsky dan David Havrlant, menilai kebijakan fiskal Ceko pasca pemilu mengalami pelonggaran yang sangat terbatas. Mereka menekankan bahwa defisit publik berada pada level moderat dan perubahan kebijakan masih terbatas pada tahap awal legislasi. Analisis ini didasarkan pada estimasi Kementerian Keuangan bahwa defisit mencapai 2,2% dari PDB pada 2026. Disampaikan oleh Cetro Trading Insight, media ekonomi terkemuka.
Para analis menyoroti bahwa fokus utama adalah uji anggaran tahun depan ketika pemerintah baru memiliki kendali penuh atas kebijakan fiskal dan perubahan yang diusulkan melalui proses legislasi. Mereka menilai bahwa arah fiskal dapat berubah seiring disahkan anggaran dan reformasi terkait. Meski pergantian pemerintahan terjadi, respons pasar terhadap pelonggaran fiskal tetap rendah.
Secara keseluruhan, pelonggaran kebijakan fiskal tampak terbatas, dan ekspektasi pasar yang sebelumnya pesimis belum terpenuhi. Para analis menegaskan pentingnya memantau bagaimana defisit dan belanja akan berkembang seiring waktu. Disajikan untuk pembaca Cetro Trading Insight, ini adalah gambaran awal terhadap arah fiskal menjelang anggaran berikutnya.
Secara proyeksi keuangan publik, defisit 2025 diperkirakan 2,0% PDB, sedangkan untuk 2026 estimasi kementerian keuangan menunjukkan defisit 2,2% dari PDB. Anggaran negara masih berada pada fase legislasi, sehingga angka akhirnya bisa berubah. Angka-angka ini diambil dari metodologi ESA dan menandai adanya risiko kenaikan defisit jika kebijakan berubah melalui proses legislasi.
Para analis juga menyoroti faktor risiko seperti kontrak persenjataan dan aliran dana Uni Eropa yang belum jelas, yang bisa mendorong defisit lebih tinggi dari proyeksi. Mereka menekankan bahwa belanja negara pada program-program tertentu serta ketidakpastian pendanaan UE berpotensi membebani fiskal. Risiko tambahan terkait variabilitas penerimaan non- pajak juga menjadi bagian dari pembahasan.
Analisis ini menilai bahwa angka 2,2% bisa menjadi batas atas jika faktor-faktor eksternal memburuk. ESA methodology yang digunakan oleh otoritas nasional menunjukkan bahwa upside risk terhadap defisit tetap relevan untuk diawasi. Dengan demikian, skenario defisit yang lebih besar dari baseline tetap menjadi probabilitas yang perlu dimonitor investor dan pembuat kebijakan.
Kebijakan fiskal yang pelonggaran relatif akan memengaruhi kerangka makroekonomi 2027 dan pasar keuangan, dengan fokus pada bagaimana pemerintah baru menata anggaran dan perubahan regulasi. Pemetaan belanja pertahanan, infrastruktur, serta aliran dana UE akan menjadi indikator utama arah kebijakan. Investor perlu memantau bagaimana rancangan anggaran disahkan secara politis dan bagaimana itu berdampak pada hasil fiskal jangka menengah.
Bagi investor, pergeseran kebijakan fiskal dapat memicu pergerakan pada kurs CZK, obligasi pemerintah Ceko, dan volatilitas pasar obligasi domestik. Ketidakpastian kebijakan menambah premi risiko bagi aset domestik. Dalam konteks ini, diversifikasi dan pemantauan indikator fiskal menjadi kunci untuk mengelola risiko secara lebih baik.
Jika defisit ternyata lebih tinggi dari ekspektasi, otoritas fiskal berpotensi meninjau atau menyesuaikan kebijakan mendatang, termasuk opsi pengetatan fiskal atau penyesuaian suku bunga pada instrument terkait. Pembacaan ini menekankan pentingnya kehati-hatian bagi investor dan pemangku kepentingan lain terkait dampak terhadap pasar valuta, imbal hasil, dan likuiditas. Keputusan kebijakan yang sinkron antara fiskal dan moneter akan menjadi penentu arah pasar keuangan Ceko dalam beberapa kuartal ke depan.