EUR/USD Menguat Didukung Data NFP Lemah dan Ekspektasi Dovish The Fed

Signal EUR/USDBUY
Open1.165
TP1.18
SL1.159

Publikasi Nonfarm Payrolls AS untuk Desember menunjukkan penambahan 50.000 pekerjaan, lebih rendah dari revisi November 56.000 dan ekspektasi pasar 60.000. Angka ini menandakan perlambatan dinamika pasar tenaga kerja, meskipun tingkat pengangguran turun ke 4,4% dari 4,6% pada bulan sebelumnya. Rata-rata pendapatan per jam juga naik menjadi 3,8% secara tahunan, mengindikasikan adanya tekanan upah yang masih ada meskipun pertumbuhan pekerjaan melambat.

Para investor menilai bahwa data yang lebih lemah dari proyeksi dapat memperkuat argumen untuk kebijakan moneter yang lebih dovish dari The Fed, meningkatkan kelemahan dolar dan mendukung aset berdenominasi dolar lain. Efeknya, EUR/USD berpotensi melanjutkan pergerakan naik seiring ekspektasi pelonggaran tersebut. Analis menekankan bahwa dinamika pasar tenaga kerja yang lebih moderat bisa memberi ruang bagi bank sentral untuk mempertahankan suku bunga pada level saat ini.

Di sisi lain, laju inflasi di zona euro menunjukkan tanda penurunan. Inflasi utama turun menjadi 2,0% pada Desember, sementara inflasi inti berada di 2,3%, sedikit di bawah target ECB. Kombinasi ini menambah ruang bagi ECB untuk menunda langkah pengetatan lebih lanjut. Secara geopolitik, laporan Bloomberg menyebut pembicaraan mengenai peningkatan kehadiran militer di Greenland oleh Inggris dan Jerman sebagai bagian dari upaya memperkuat keamanan Arktik, meskipun fokus utama pasar tetap pada dinamika kebijakan moneter.

Dinamika EUR/USD dan Faktor ECB

EUR/USD menguat setelah enam sesi kenaikan beruntun, diperdagangkan sekitar 1,1650 selama jam perdagangan Asia pada Senin. Dolar AS berjuang di tengah ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan nada kebijakan yang dovish. Kondisi ini mendorong pasangan mata uang utama berada pada jalur kenaikan menuju resistance berikutnya.

Inflasi utama zona euro yang melambat mengurangi kemungkinan pengetatan kebijakan lebih lanjut dari ECB dalam waktu dekat. Meskipun inflasi inti juga menurun menjadi 2,3%, pelaku pasar tetap memantau bagaimana bank sentral Eropa akan menyeimbangkan antara kestabilan harga dan dukungan pertumbuhan. Perkembangan ini menambah tekanan bagi ECB untuk mempertahankan sinyal kebijakan yang lebih fleksibel dalam beberapa bulan mendatang.

Kisah ini juga dipengaruhi oleh dinamika geopolitik dan kebijakan moneter global, yang memberi konteks bagi pergerakan EUR/USD. Sinyal dovish dari Amerika memberi ruang bagi euro untuk menguat, meskipun volatilitas tetap bisa tinggi karena risiko eksternal yang membatasi pergerakan jangka pendek di kisaran sekitar 1,16–1,18.

Strategi Trading dan Proyeksi EUR/USD

Berdasarkan pembacaan data terbaru, EURUSD berpotensi menguat lebih lanjut jika tren pekerjaan AS tetap lemah dan kebijakan The Fed tetap dovish. Dukungan eksternal datang dari pelemahan dolar dan data inflasi zona euro yang melunak, menambah peluang pasangan bergerak lebih tinggi. Secara teknis, level 1,1650 dianggap sebagai titik akumulasi penting untuk langkah menuju target di sekitar 1,18.

Rencana perdagangan yang diusulkan adalah membeli EURUSD di sekitar open 1,1650 dengan target 1,1800 dan stop loss di 1,1590. Rasio risiko-imbalan sekitar 2,5:1 memenuhi preferensi banyak trader untuk profil risiko menengah ke tinggi. Manajemen risiko tetap diperlukan mengingat volatilitas yang bisa muncul setelah rilis data utama Amerika atau komentar kebijakan ECB.

Risiko utama yang perlu diperhatikan meliputi kejutan data AS yang lebih kuat dari perkiraan, inflasi zona euro yang lebih tinggi dari ekspektasi, atau pernyataan kebijakan ECB yang lebih hawkish. Jika skenario tersebut terjadi, arah pasangan bisa berubah, sehingga investor disarankan untuk memantau rilis data utama secara berkala dan menyesuaikan ukuran posisi sesuai toleransi risiko.

Boost Your Business with Cutting-Edge Marketing Solutions Today

Your ad here
Image