
Menurut Cetro Trading Insight, ketegangan di Timur Tengah menunjukkan tanda mereda setelah Israel dan Lebanon mencapai gencatan senjata. Langkah ini meningkatkan harapan bahwa negosiasi antara AS dan Iran bisa berjalan lebih cepat. Pasar global juga menilai bahwa risiko gejolak regional bisa berkurang dalam beberapa minggu ke depan. Sinyal ini membuat investor lebih percaya diri meski jalur diplomatik masih dibatasi.
Dalam konteks ini, kenaikan harga minyak dunia tercatat meningkat, menambah tekanan pada laju inflasi. Kondisi tersebut memberi ruang bagi risiko bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga lebih lama. Hal ini membantu menjaga dukungan bagi dolar AS meski risiko geopolitik terhadap USD berkurang.
Di sisi lain, eurozone menghadapi tantangan dari harga energi dan prospek kebijakan moneter ECB. Analis menilai bahwa faktor-faktor tersebut dapat membatasi peluang penguatan EUR terhadap USD dalam jangka pendek. Pasar menantikan klarifikasi strategi ECB pada pertemuan mendatang sambil memantau dinamika inflasi.
EUR/USD bergerak naik menuju sekitar 1.1625, dengan kenaikan sekitar 0.25% pada sesi hari ini. Pergerakan ini terjadi seiring turunnya permintaan terhadap safe-haven dolar di tengah meredanya konflik wilayah. Investor menantikan arahan dari ECB dan data ekonomi terbaru untuk konfirmasi arah berikutnya.
Indeks dolar AS (DXY) turun sekitar 0.20% dan diperdagangkan di sekitar 99.34, menandakan nuansa mata uang utama yang lebih lemah terhadap euro. Nada risiko di pasar tampak beralih sedikit ke risiko positif, meskipun para pelaku pasar tetap waspada terhadap dinamika geopolitik dan neraca kebijakan moneter global.
Secara teknikal, pergerakan harian menunjukkan volatilitas moderat dengan peluang kenaikan terbatas jika harga gagal menembus level tertentu. Analisis sederhana menunjukkan bahwa jika EUR/USD mampu melampaui sekitar 1.165, momentum bullish bisa bertahan, namun jika kembali di bawah 1.160, tekanan turun bisa meningkat.
Pasar sepakat bahwa ECB akan menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan depan dan memperkirakan dua kenaikan lagi hingga akhir tahun. Dukungan politik di kawasan euro terhadap langkah ini terlihat kuat, meskipun tantangan inflasi tetap ada. Investor menilai bahwa sinyal ECB akan diikuti dengan kehati-hatian dalam menilai risiko harga energi.
Harga minyak yang lebih tinggi menambah tekanan inflasi di zona euro dan bisa membatasi ruang kebijakan ECB untuk meluncurkan jeda. Ketidakpastian seputar jalur fiskal dan dampak biaya energi membuat pasar menantikan panduan kebijakan terkini. Para analis akan fokus pada bagaimana ECB menyeimbangkan antara stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi.
Data pekerjaan AS yang lebih kuat meskipun klaim pengangguran pekan lalu naik, menambah ketidakpastian jalur kebijakan Fed. Rilis Nonfarm Payrolls (NFP) yang akan datang dan data ADP serta JOLTS menjadi kunci untuk mengevaluasi apakah laju kenaikan suku bunga akan berlanjut. Para pedagang tetap siap menghadapi volatilitas narasi kebijakan yang berubah-ubah.