
Tim FX Rabobank dari RaboResearch Global Economics & Markets menjelaskan bahwa dolar sempat mendapat manfaat dari aliran safe haven selama konflik di Iran. Namun, dolar kemudian melemah setelah memorandum gencatan senjata mengurangi ketegangan dan menahan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Penilaian ini membantu menempatkan EUR/USD dalam posisi yang lebih konstruktif secara moderat.
Analisis mereka menyoroti profil EUR/USD yang mildly constructive dalam beberapa bulan mendatang, meskipun ada resistance teknis yang kuat. Mereka juga menekankan ketidakpastian terkait jalur di Selat Hormuz dan kebijakan Fed yang bisa berubah seiring berita baru muncul. Rabobank menilai pasar tetap berhati-hati menghadapi kombinasi faktor tersebut.
Mereka menunjukkan proyeksi bahwa EUR/USD berpotensi bergerak dari sekitar 1.15 ke 1.16 dalam satu bulan, lalu mencapai kisaran 1.17 hingga 1.18 pada horizon 6 hingga 9 bulan. Tekanan teknis utama datang dari moving averages 50 hari dan 200 hari yang dapat membatasi pergerakan lebih lanjut. Selain itu, pergeseran preferensi pada kebijakan suku bunga AS versus ECB akan menentukan arah jangka menengah. Dalam catatan ini, media kami Cetro Trading Insight menyajikan ringkasan untuk pembaca awam.
Rabobank memproyeksikan EUR/USD bergerak dari sekitar 1.15 menuju 1.16 dalam satu bulan, kemudian ke kisaran 1.17–1.18 pada horizon 6–9 bulan. Mereka menekankan bahwa target upside dibatasi oleh resistensi teknis yang kuat.
Tekanan teknis utama datang dari level resistance sekitar 1.1673/1.1677 yang dapat membatasi kenaikan. Pada saat yang sama, penurunan ekspektasi kenaikan Fed dan pelunakan ekspektasi ECB juga memberi perlambatan pada pergerakan pasangan ini.
Dalam konteks ini, perubahan kebijakan dan dinamika pasar menjadi kunci; Rabobank mencatat bahwa volatilitas bisa meningkat jika berita kebijakan berubah. Seiring itu, para pelaku pasar disarankan memantau berita terkait kebijakan Fed dan ECB secara rutin. Seperti dicatat oleh Cetro Trading Insight, segmen ini menekankan pentingnya menggabungkan faktor teknikal dan fundamental.
Rabobank menilai bahwa bank sentral AS kemungkinan menahan kebijakan sepanjang sisa tahun, sementara kemajuan dalam gencatan dan pembukaan Selat Hormuz bisa mendukung skenario itu. Hal ini menambah konteks bagi arah EUR/USD di jangka menengah.
Walau Outlook tetap ada, tidak ada dorongan menuju 1.20 dalam tahun ini karena kendala pertumbuhan zona Euro dan ketahanan ekonomi AS. Kedua faktor tersebut menyiratkan bahwa kenaikan lebih lanjut mungkin tertahan tanpa kejutan fundamental.
Mereka akan meninjau ulang forecast pada Juni berdasarkan berita terbaru; perubahan berita bisa mengubah kerangka proyeksi dan sentimen pasar secara signifikan. Untuk pembaca, penting memahami bahwa kebijakan suku bunga masih menjadi pembentuk utama arah pasangan ini, terutama jika volatilitas geopolitis meningkat. Keterangan ini kami rangkum untuk Anda oleh Cetro Trading Insight.