
EURUSD berupaya rebound setelah data PCE inti AS yang menunjukkan pelemahan lebih lanjut pada inflasi bulanan. Pergerakan ini didorong oleh pelemahan dolar AS, sementara faktor geopolitik membawa volatilitas yang lebih tinggi di pasar minyak dan mata uang utama. Cetro Trading Insight menilai momentum ini cenderung berlanjut jika data ekonomi AS tetap melemah terhadap ekspektasi pasar.
Pembalikan sentimen itu didorong oleh keluaran data yang menunjukkan inflasi inti tetap berada di jalur yang lebih lembut meski berada di atas target 2 persen. Dolar AS masih berada dalam wilayah yang lebih rendah dibandingkan puncak minggu lalu, memberi ruang bagi euro untuk menguat lebih lanjut. Analisis teknikal dan fundamental menunjukkan peluang bid jangka pendek, asalkan tekanan geopolitik tidak meningkat signifikan.
Data ekonomi AS secara keseluruhan menunjukkan kinerja tidak konsisten, tetapi beberapa indikator kunci menunjukkan kelanjutan tren pemulihan. Iklim pekerjaan dan permintaan perbelanjaan tetap solid, sementara pesanan barang tahan lama rebound. Sementara itu, risiko geopolitik menambah arah kebijakan moneter di beberapa bank sentral, menjaga EURUSD berada pada jalur pergerakan sideways dengan bias naik.
Indikator PCE inti AS untuk April naik 0,2 persen secara bulanan, melampaui ekspektasi yang lebih rendah namun turun dari laju bulan sebelumnya. Angka ini menegaskan pelonggaran sementara pada tekanan inflasi inti dan mendukung penguatan EUR terhadap USD. Indeks DXY menunjukkan relaksasi setelah mencapai level tertinggi beberapa minggu, mendukung pergerakan lebih lanjut bagi pasangan EURUSD.
Data pertumbuhan ekonomi AS untuk kuartal pertama 2026 menunjukkan ekspansi 1,6 persen secara tahunan, berada di atas kuartal sebelumnya namun di bawah proyeksi survei awal. Sementara itu, klaim pengangguran awal berada di level 215 ribu, sedikit lebih tinggi dari ekspektasi. Pesanan barang tahan lama juga naik, memberikan sinyal bahwa aktivitas manufaktur tetap kuat meski dinamika inflasi berlanjut.
Ketegangan di Timur Tengah terkait dengan harga minyak yang lebih tinggi membuat prospek inflasi tetap menguat. Pasar mengkhawatirkan bahwa respons kebijakan moneter bank sentral utama akan tetap lebih ketat lebih lama. Sinyal ini menambah alasan bagi pelaku pasar untuk menimbang skenario kenaikan suku bunga di negara maju di masa depan.
Ketegangan geopolitik antara negara besar dan Iran menambah nuansa risiko di pasar global. Meski ada upaya perdamaian, kedua belah pihak terindikasi melanjutkan aksi serangan secara berkala. Kondisi ini membantu menjaga volatilitas minyak tetap tinggi dan membatasi keuntungan USD terhadap mata uang utama lainnya.
Dengan tekanan geopolitik dan data inflasi yang berdenyut, bank sentral besar tampaknya mempertahankan kebijakan ketat lebih lama. Pasar memantau sinyal dari Federal Reserve dan Bank Eropa terkait langkah pengetatan yang akan datang. Skenario ini memberikan peluang bagi EURUSD untuk bergerak lebih tinggi jika EUR berhasil menjaga momentumnya dan minyak tetap berada pada kisaran tinggi.
Outlook jangka menengah menunjukkan risiko vs imbalan tetap menguntungkan untuk posisi long EURUSD jika data ekonomi terus mendukung sisi inflasi yang terkendali dan minyak berpendar tinggi. Namun, investor perlu mewaspadai volatilitas yang dihasilkan oleh perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter yang berpotensi berubah sewaktu-waktu.