
EUR/USD menguat mendekati 1.1650 setelah menyentuh level rendah 1.1610 pada hari Kamis, menandai perbaikan teknikal jangka pendek di pasar valuta asing. Pergerakan ini muncul seiring pelaku pasar menilai dinamika antara data ekonomi dan ekspektasi kebijakan bank sentral. Volume transaksi terlihat meningkat seiring pembalikan arah harga yang relatif terbatas.
Data Eurozone GDP untuk kuartal pertama mengalami kontraksi 0.2% secara QoQ, revisi turun dari estimasi pertumbuhan 0.1% sebelumnya. Angka ini merupakan penurunan pertama sejak lebih dari tiga tahun dan berada di bawah laju pertumbuhan 0.3% secara yoy. Meskipun terkait dengan pelemahan di aktivitas ekonomi, investor tetap melihat peluang bagi ECB untuk menjaga jalur kenaikan suku bunga mendatang.
Di sisi lain, para investor mengurangi posisi longs pada dolar AS menjelang rilis laporan Nonfarm Payrolls (NFP). Konsensus menunjukkan NFP net tambahan sekitar 85 ribu pada Mei, lebih rendah dari 115 ribu pada April namun tetap jauh di atas rata-rata sekitar 10 ribu sepanjang tahun lalu. Jika angka tersebut benar, pasar bisa menguatkan narasi tenaga kerja yang kuat dan menimbang kebijakan Federal Reserve di masa mendatang.
Meski data GDP mengecewakan, pandangan bahwa ECB akan melanjutkan pengetatan tetap relevan karena inflasi masih berada di jalur yang tinggi. Penilaian pasar menilai bahwa risiko terhadap kemunduran pertumbuhan tidak cukup besar untuk mengubah rencana bank sentral menambah suku bunga pada minggu depan. Hal ini mendukung argumen bahwa euro dapat mempertahankan daya tariknya terhadap dolar dalam jangka pendek.
Adapun dinamika pasar terkait NFP menyiratkan bahwa angka pekerjaan AS yang kuat bisa mempertajam perbedaan kebijakan antara Federal Reserve dan ECB. Dalam skenario demikian, permintaan terhadap dolar bisa menguat kembali meski pembacaan data GDP Eurozona lebih lemah. Trader akan mengawasi pergerakan EURUSD di level 1.1650 sebagai area krusial untuk langkah selanjutnya.
Untuk trader, level risiko-imbalan menjadi kunci. Dengan open di sekitar 1.1650, target keuntungan di sekitar 1.1730 menawarkan potensi imbal hasil sekitar 1.6:1 jika tp tercapai tanpa menyentuh sl pada 1.1600. Penempatan stop loss di bawah 1.1600 membantu melindungi posisi dari kejutan rilis data ekonomi mendadak.