
EUR/USD menunjukkan rebound moderat seiring penurunan imbal hasil Treasury AS, yang membatasi kekuatan dolar AS. Data inflasi zona euro yang tetap di atas target 2% ECB memicu pembacaan kebijakan yang lebih hawkish. Pasar menilai peluang ECB menaikkan suku bunga lebih cepat dari ekspektasi sebelumnya.
HICP April tumbuh 3.0% YoY, dipicu kenaikan harga energi, sedangkan inti HICP turun menjadi 2.2% YoY. Data ini menambah tekanan bagi ECB untuk menjaga jalur kebijakan yang tegas. Reuters melaporkan bahwa prospek kenaikan ECB di Juni hampir terkunci.
Di sisi lain, indeks dolar AS menguat mendekati level tertinggi enam minggu, meski ada jeda. Pasar percaya bahwa keputusan ECB di Juni semakin dekat, dengan probabilitas sekitar 86% untuk kenaikan 25 bps menjadi 2.25% menurut BHH Market View. Ketidakpastian negosiasi AS-Iran dan sikap hawkish Fed menjaga USD tetap didominasi, sehingga upside EUR/USD terbatas.
Secara teknikal, EUR/USD menunjukkan tekanan bearish karena pergerakan harga berada di bawah 50-day dan 100-day SMA. Kondisi tersebut menandai kendali penjual pada tren jangka pendek. Sinyal teknikal menggarisbawahi risiko penurunan lebih lanjut jika support utama ditembus.
Resistensi terdekat berada di sekitar 1.1649, diikuti 1.1702 dan 1.1800 yang membentuk band pasokan. Gagal menembus level tersebut bisa memperpanjang tekanan turun. Sementara itu, level 1.1600 berfungsi sebagai support dekat yang bisa menjaga langkah koreksi lebih lanjut.
RSI mendekati 41 dan MACD menampilkan garis histogram negatif, menandakan momentum bearish yang masih ada namun tidak ekstrem. Upaya perbaikan sesaat bisa muncul, tetapi potensi penurunan tetap menjadi risiko utama bagi EURUSD. Penutupan bawah 1.1600 dapat membuka peluang menuju 1.1500.
Ke depan, pertemuan ECB 11 Juni dan data inflasi AS akan menjadi sorotan utama. Pasar memproyeksikan kenaikan suku bunga ECB, meskipun respons EURUSD akan bergantung pada bagaimana data ekonomi eurozone membentuk ekspektasi kebijakan. Analisis ini menekankan bahwa jalur kebijakan ECB menjadi kunci utama arah pasangan mata uang.
Dolar tetap didorong oleh ekspektasi hawkish Fed jika data AS kuat, yang bisa menekan EURUSD. Namun jika inflasi zona euro melambat dan sinyal kebijakan ECB lebih terfokus, pasangan mata uang ini bisa menunjukkan dukungan. Sentimen pasar tetap sensitif terhadap rilis data utama dan komentar pejabat bank sentral.
Kunci bagi arah jangka menengah adalah pergerakan di sekitar 1.1600. Break turun menuju 1.1500 bisa terjadi jika sentimen tidak mendukung EUR, sedangkan aksi tembus di atas 1.1649–1.1702 bisa menjadi peluang koreksi. Sejalan dengan analisis Cetro Trading Insight, faktor utama tetap kebijakan ECB dan dinamika yield global.