
Danske Research mencatat EUR/USD mengakhiri pekan lalu di sekitar 1.1650 setelah penurunan tajam harga minyak, sementara imbal hasil AS dan zona euro juga menurun. Pergerakan ini mencerminkan pengaruh likuiditas global yang lebih lemah dan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter yang berbeda antar wilayah. Meski begitu, arah jangka pendek masih ditentukan oleh data rilis berikutnya dan dinamika pasar energi.
Fokus utama pasar adalah data AS seperti ISM Manufacturing PMI, angka tenaga kerja, dan indeks HICP zona euro yang akan dirilis dalam beberapa hari ke depan. Data ini diperkirakan akan menunjukkan momentum masih lemah tetapi stabil pada aktivitas manufaktur dan harga konsumen, sehingga membentuk bias kebijakan bank sentral. Investor juga menilai bagaimana tenaga kerja mempengaruhi prospek ekonomi kedua sisi laju suku bunga.
Secara kebijakan, ECB tampaknya memerlukan waktu lebih untuk menilai dampak gelombang energi terhadap inflasi dan aktivitas ekonomi. Meski pasar memperkirakan kenaikan suku bunga pada bulan Juni, peluang kenaikan kedua pada Juli semakin dipertanyakan karena tekanan biaya energi dan perlambatan pertumbuhan. Sentimen ini menambah dinamika antara risiko mata uang dan likuiditas pasar global.
Dalam euro area, angka inflasi flash bulan Mei dari Jerman, Prancis, Italia dan Spanyol menunjukkan kenaikan yang didorong oleh harga energi, meskipun angka lain cenderung sesuai ekspektasi. Sinyal ini memperpanjang perdebatan tentang bagaimana kebijakan ECB akan menyeimbangkan antara menekan inflasi dan menjaga pemulihan yang masih rapuh. Pasar menunggu konfirmasi dari data lebih lanjut.
Pada sisi tenaga kerja, tingkat pengangguran diperkirakan sekitar 6.2% dengan dinamika tenaga kerja yang melunak serta pandangan bisnis yang lebih lemah, terutama karena ketegangan regional dan faktor geopolitik. Meskipun angka pengangguran tetap rendah secara historis, momentum pekerjaan menunjukkan pelambatan. Kondisi ini menambah konteks bagi perumusan kebijakan ECB dan ekspektasi investor terhadap jalur suku bunga.
Untuk sisa minggu, fokus beralih ke data HICP flash zona euro dan laporan pekerjaan AS, yang dapat menjadi katalis utama pergerakan kurs. Data ini berpotensi memperkuat skenario bahwa ECB bisa lebih berhati-hati dalam menilai dampak input energi terhadap inflasi. Investor juga menantikan hasil data pekerjaan AS yang dapat membentuk arus portofolio dan mata uang di pasar tingkat lever.
Analisis menunjukkan bahwa ECB masih bisa menilai dampak energi tanpa segera menaikkan sopu bunga lebih lanjut, dengan eksekutif bank sentral menilai bahwa June hike kemungkinan telah dipenuhi harga dan pertumbuhan. Namun, peluang kenaikan lebih lanjut di bulan Juli tampak lebih tipis, karena risiko inflasi energi dan dinamika pertumbuhan yang melunak. Pasar menanggapinya sebagai sinyal kehati-hatian dalam kebijakan moneter eurozone.
Di sisi pasar, pergerakan EUR/USD cenderung tetap terbatas karena tahun ini menghadapi dua aliran data utama: dinamika tenaga kerja AS dan indikator inflasi zona euro. Ketidakpastian kebijakan di Eropa serta respons pasar terhadap perubahan yield global membuat arah pasangan ini tidak pasti dalam jangka pendek. Investor disarankan memantau rilis data secara berkala untuk menilai arah yang lebih jelas.
Berita utama tentang arus data dan kebijakan ini berasal dari Analisa Cetro Trading Insight, media kami yang berfokus pada analisis ekonomi dan pasar. Pembaca dianjurkan untuk mengikuti pembaruan data ekonomi harian, serta peninjauan teknis untuk memahami potensi pergerakan nilai tukar di kisaran saat ini.