EUR/USD berfluktuasi mendekati 1.1800 pada sesi Asia awal. Pasar tampak agak datar karena data inflasi Zona Euro yang lebih lemah mampu mengimbangi ketidakpastian terkait tarif AS. Investor juga menunggu arahan lebih lanjut dari data inflasi Jerman yang dirilis nanti hari itu.
Para trader menantikan rilis CPI Jerman serta Producer Price Index PPI AS untuk beberapa jam ke depan. Data tersebut dipandang sebagai penentu arah kebijakan bank sentral dan sentimen pasar secara umum. Fokus utama tetap pada level 1.1800 yang dapat menjadi acuan pergerakan berikutnya tergantung kejutan data.
Kondisi teknikal menunjukkan level 1.1800 sebagai acuan utama. Jika CPI Jerman mengecewakan, euro berpotensi turun terhadap dolar. Sebaliknya data PPI AS yang kuat bisa memberikan dinamika berlawanan bagi pasangan ini.
Uni Eropa menunda persetujuan perjanjian dagang dengan AS karena ketidakpastian kebijakan tarif. Langkah ini menambah volatilitas pada aset risiko dan menambah beban pada dinamika ekonomi global. Pasar juga memantau komentar pejabat Uni Eropa terkait langkah selanjutnya dalam negosiasi perdagangan.
Di AS, Mahkamah Agung membatasi penggunaan kekuasaan darurat untuk mengenakan tarif. Presiden Donald Trump merespons dengan langkah berisiko meningkatkan pajak impor hingga 15 persen. Opsi kebijakan ini berpotensi mengubah arah aliran modal dan volatilitas nilai tukar secara lebih luas.
Perubahan kebijakan yang cepat dapat menekan dolar secara umum dan memberi peluang bagi volatilitas pasangan mata uang utama. Ketidakpastian politik juga dapat menjaga dinamika pasar tetap volatil. Secara keseluruhan, dinamika ini menempatkan EURUSD pada posisi waspada bagi pelaku pasar.
Inflasi Zona Euro belakangan turun menjadi 1.7 persen secara tahunan pada Januari, dengan inflasi inti berada pada 2.2 persen. Data ini menjadi sinyal bagi langkah kebijakan ECB yang cenderung lebih dovish. Pasar menilai pelonggaran kebijakan akan meningkat jika tren inflasi berlanjut turun.
Ekspektasi terhadap kebijakan ECB yang lebih dovish menekan euro terhadap dolar. Jika ECB menegaskan jeda atau pelonggaran lebih lanjut, pasangan EURUSD bisa melemah lebih lanjut. Sementara itu jika data inflasi mengejutkan ke atas, risiko penguatan euro bisa kembali muncul.
Pasangan EURUSD tetap sensitif terhadap rilis data mendatang dan kejutan kebijakan. Latar belakang kebijakan yang berbeda antara zona euro dan AS membuat peluang trading tetap terbuka meskipun berisiko. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.