
EUR/USD tetap bertahan di kisaran tertentu berkat dolar yang lebih lemah dan sentimen risiko Asia yang didorong oleh AI. Analisis ini berasal dari pandangan Chris Turner dari ING dan disampaikan melalui laporan Cetro Trading Insight. Turner menekankan bahwa faktor ini menjaga pasangan mata uang utama tetap kuat meski ada kekhawatiran mengenai pertumbuhan zona euro.
Namun prospek euro masih rentan akibat data aktivitas ekonomi zona euro yang lemah. Turner menegaskan bahwa ekspektasi kenaikan suku bunga ECB pada musim panas ini menjadi faktor penahan euro dari jatuh ke level 1.15. Kondisi ini mencerminkan keseimbangan antara dukungan kebijakan dan pelemahan fundamental di sumbu euro.
Sinyal teknikal juga menunjukkan bahwa area sekitar 1.18 berfungsi sebagai batas atas sementara. Dengan harga minyak yang tetap tinggi dan risiko inflasi AS, arah EUR/USD akan sangat bergantung pada pernyataan kebijakan bank sentral Eropa serta data ekonomi yang akan datang. Pedagang disarankan mengikuti komentar pejabat ECB untuk melihat langkah selanjutnya.
Harga minyak di level tinggi menambah tekanan pada euro karena biaya energi berdampak pada inflasi dan daya beli rumah tangga. Kondisi ini menguatkan argumen bahwa pelemahan euro dapat berlanjut jika tekanan harga energi berlanjut. Faktor eksternal seperti itu ikut memengaruhi persepsi pasar tentang kebijakan moneter global.
Pidato Christine Lagarde dan Philip Lane yang dijadwalkan pekan ini dipandang dapat memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga ECB sebesar 25 basis poin pada pertemuan 11 Juni. Pasar menilai peluang kenaikan tersebut mencapai sekitar dua per tiga hingga delapan puluh dua persen, sesuai evaluasi pasar. Suara kebijakan ECB yang tegas diperkirakan menahan pelemahan euro meski data ekonomi lemah.
Jika tidak ada terobosan pada perjanjian damai yang dibahas pekan ini, Turner menilai EUR/USD berisiko tidak mampu menembus level 1.18 dan lebih cenderung turun ke sekitar 1.17 atau lebih rendah. Ketidakpastian geopolitik dan pertemuan data AS berikutnya bisa memperbesar volatilitas pasangan ini. Dalam konteks tersebut, fokus pasar adalah kebijakan ECB dan dinamika inflasi domestik AS.
Narah teknikal menunjukkan bahwa level 1.18 berfungsi sebagai resistensi utama dalam jangka dekat, dengan peluang untuk pembalikan jika drama data ekonomi tidak menguat. Grafik biasanya menunjukkan reaksi harga yang terbatas di atas level tersebut, menambah tekanan turun di bawahnya. Pelaku pasar juga memperhatikan pergerakan harga minyak sebagai faktor pendukung tren bearish jangka pendek.
Prospek penurunan lebih lanjut akan dipenuhi oleh data rilis AS dan dinamika inflasi. Sinyal analisis mengarah pada bias bearish selama euro tetap menghadapi tekanan data lemah dan ekspektasi kenaikan ECB yang terealisasi. Pergerakan di bawah 1.17 dapat memperkuat peluang turun lebih lanjut menuju sekitar 1.16 atau 1.15 dalam beberapa minggu mendatang.
Strategi perdagangan yang disarankan adalah membuka posisi jual jika EURUSD diperdagangkan sekitar 1.1760 dengan target di 1.1650 dan stop di 1.1810. Rasio risiko terhadap imbalannya dirancang sekitar 2:1 atau lebih tinggi untuk memenuhi standar manajemen risiko. Catatan penting adalah tetap memantau rilis data ekonomi utama dan komentar pejabat bank sentral untuk penyesuaian posisi.