
Bank sentral AS memutuskan tidak mengubah suku bunga pada pertemuan Juli, menjaga kisaran suku bunga 3,5–3,75 persen. Keputusan ini secara luas telah diperkirakan akan berjalan sesuai rencana tanpa perubahan besar. Namun beberapa pejabat Fed menyatakan pendapat berbeda, dengan Lorie Logan, Beth Hammack, dan Neel Kashkari mengusulkan kenaikan 25 basis poin.
Dalam konferensi pers, Ketua Fed Warsh menegaskan bahwa meski dirinya tidak memberikan petunjuk arah kebijakan ke depan, bank sentral siap mengambil langkah yang diperlukan untuk mencapai target inflasi 2 persen. Nada yang agak hawkish menambah dinamika pada gerak dolar AS di pasar mata uang global. Sinyal ini membuat investor menimbang risiko kenaikan lebih lanjut di masa mendatang.
Pergerakan EURUSD terlihat melemah tipis di tengah pandangan hawkish tersebut, seiring pelaku pasar menantikan data GDP Q2 Zona Euro dan Jerman untuk melihat seberapa kuat ekonomi terbesar di wilayah tersebut. Pasar juga memantau bagaimana outturn data akan mempengaruhi ekspektasi jalur kebijakan bank sentral di masa depan.
Data GDP prelim Q2 Zona Euro dan Jerman akan dirilis pada hari ini. Secara konsensus, Zona Euro diperkirakan tumbuh tipis 0,2 persen secara kuartalan setelah kontraksi 0,2 persen pada pembacaan sebelumnya, sementara Jerman diperkirakan tumbuh 0,1 persen QoQ dibandingkan 0,3 persen sebelumnya. Angka tersebut akan menjadi sinyal penting bagi prospek inflasi dan kebijakan selanjutnya.
Jika laporan menunjukkan hasil lebih kuat dari ekspektasi, euro bisa mendapat dukungan dan menguat dalam jangka pendek. Kondisi ini berpotensi menambah tekanan bagi ECB untuk mempertimbangkan langkah kebijakan yang lebih agresif jika inflasi tetap tinggi. Namun, jika data mengecewakan, sentiment terhadap EUR bisa tertekan dan dolar bisa mempertahankan sebagian volatilitasnya.
Pasar juga menilai bahwa ECB diperkirakan menambah sikap hawkish dengan peluang dua kenaikan suku bunga lagi, dengan langkah pertama kemungkinan terjadi pada Oktober dan langkah kedua pada Maret. Proyeksi tersebut menambah dinamika pada pasar mata uang dan meningkatkan fokus pada paritas EURUSD sepanjang paruh kedua tahun ini.
Pidato dan komentar dari pejabat ECB menunjukkan bahwa bank sentral perlu menaikkan suku bunga setidaknya sekali lagi untuk menahan inflasi yang masih membandel. Peter Kazimir menegaskan perlunya langkah tambahan jika prospek inflasi memburuk, meski keadaan ekonomi yang lebih lemah di beberapa sektor tetap ada. Hal ini menambah ekspektasi bahwa kebijakan ECB masih akan lebih ketat dalam waktu dekat.
Dengan sentimen pasar yang melihat jalur kebijakan ECB, pergerakan EUR saat ini sangat bergantung pada data GDP Zona Euro dan Jerman serta perkembangan inflasi. Pasar tetap menimbang risiko bahwa inflasi bisa kembali naik jika pertumbuhan ekonomi membaik, yang pada gilirannya akan mendorong bank sentral untuk mengambil sikap tegas.
Secara keseluruhan, skenario teknikal dan fundamental tampak seimbang meski data ekonomi akan menjadi penentu. Para pelaku pasar perlu memantau rilis data GDP dan indikator inflasi untuk memahami arah EURUSD, sambil menilai bagaimana kebijakan Fed dan ECB saling mempengaruhi dalam konteks dinamika ekonomi global.