EUR/USD berada di kisaran 1.1615 pada pembukaan sesi Eropa, menggambarkan sentimen hati-hati di pasar mata uang utama. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi pendorong bagi dolar AS sebagai aset safe-haven. Pelaku pasar menunggu data inflasi AS untuk memberi arah baru bagi pergerakan pasangan ini.
Ketegangan terkait aliran minyak melalui Selat Hormuz menjadi faktor utama yang membatasi penguatan EURUSD. IRGC memperingatkan bahwa kapan perang berakhir sepenuhnya akan ditentukan oleh Iran, bukan AS, dan adanya potensi pembatasan ekspor minyak regional memperburuk volatilitas harga minyak. Secara keseluruhan, analis mencatat bahwa dolar lebih unggul ketika risiko pasokan energi meningkat.
Keterangan analis, termasuk pandangan Matthew Ryan dari Ebury, menandakan USD memiliki peluang untuk menguat lebih lanjut sepanjang konflik berlanjut tanpa penyelesaian yang jelas. Harapan terhadap pemotongan suku bunga The Fed juga berkurang karena inflasi terkait minyak menyulitkan jalur kebijakan moneter. Kondisi ini menambah ketidakpastian bagi pergerakan EURUSD dalam beberapa sesi ke depan.
Pasar akan menata arah EURUSD terutama lewat rilis data CPI Februari AS yang menjadi fokus utama minggu ini. Secara ekspektasi, CPI YoY diperkirakan naik sekitar 2.4 persen dan Core CPI sekitar 2.5 persen pada periode yang sama. Jika angka inflasi lebih lemah dari ekspektasi, dolar bisa melemah dalam jangka pendek.
Inflasi yang didorong minyak menambah kompleksitas pada jalur kebijakan moneter AS, menahan harapan akan pemotongan suku bunga lebih agresif. Pasar menilai bahwa sinyal dari CPI bisa menggeser ekspektasi kebijakan The Fed, sehingga risiko volatilitas tetap tinggi. Kondisi ini menjaga dolar dalam posisi defensif meski ada peluang koreksi bagi mata uang utama lain.
Secara keseluruhan, faktor geopolitik dan data inflasi akan tetap menjadi penggerak utama bagi pergerakan EURUSD. Sinyal trading akan bergantung pada bagaimana CPI menyisihkan ekspektasi pasar; tanpa data yang mengubah narasi, berhati-hatilah dalam menafsirkan arah pasangan ini. Investor disarankan memantau rilis berikutnya sambil mempertimbangkan skenario volatilitas yang mungkin terjadi.