EUR/USD tertahan di tengah dolar AS menguat; PMI Zona Euro dan prospek ECB jadi fokus

EUR/USD tertahan di tengah dolar AS menguat; PMI Zona Euro dan prospek ECB jadi fokus

trading sekarang

EUR/USD tertahan pada kenaikan karena dolar AS menguat setelah data ekonomi AS yang kuat, lonjakan harga minyak, dan penerapan tarif baru menambah risiko inflasi. Pasangan ini terpental dari level tertinggi intraday dan bertahan di sekitar 1.137x saat ini. Kondisi ini menunjukkan bagaimana dinamika kebijakan moneter AS mempengaruhi arah pasangan mata uang utama.

Indeks dolar AS (DXY) bergerak sekitar 101.42 setelah sempat turun ke 101.25, menggambarkan dorongan beli terhadap greenback. WTI mengalami kenaikan hampir 8% sepanjang pekan ini karena risiko pengiriman minyak melalui rute utama meningkat akibat konflik di Timur Tengah. Sektor energi yang lebih mahal menambah tekanan inflasi dan memperkuat argumentasi bahwa Fed bisa perlu menahan atau menaikkan suku bunga.

Market participants juga menilai peluang pengetatan kebijakan bank sentral melalui harga opsi FedWatch CME, dengan sebagian besar pasar mematok peluang kenaikan suku bunga pada September di sekitar 78%. Sementara itu, pandangan kebijakan Fed pada pertemuan 28-29 Juli kemungkinan tetap tidak berubah, meski risiko geopolitik tetap tinggi. Di sisi EUR, data PMI zona euro yang lebih kuat dari perkiraan memberi dukungan awal bagi euro, meski tetap ada tekanan terhadap dolar.

Data PMI zona euro menunjukkan perbaikan yang cukup solid, dengan HCOB Composite PMI Juli 51.9, melampaui ekspektasi dan menggarisbawahi momentum ekonomi yang sedang berjalan. Layanan PMI naik menjadi 51.6, sedangkan manufaktur PMI meningkat menjadi 52.0, menambah gambaran pemulihan yang sedang berjalan.

ECB menahan deposito pada 2.25% tetapi menjaga opsi September tetap terbuka untuk kenaikan, dengan fokus pada menekan inflasi melalui pendekatan pertemuan demi pertemuan. Menurut TD Securities, reaksi pasar terhadap pernyataan ECB relatif tenang meski tekanan inflasi tetap ada. Mereka menegaskan bahwa pintu menuju kenaikan pada September masih terbuka dan pasar cenderung mempertahankan bias kenaikan jangka pendek untuk EUR front-end.

Namun, pelaku pasar tetap waspada karena kebijakan bank sentral bergantung pada data inflasi. Pendekatan meeting-by-meeting ECB menambah ketidakpastian sehingga upside euro tetap terbatas meski data PMI positif. Volatilitas di pasar valuta asing diperkirakan tetap tinggi mengingat dinamika geopolitik.

Analisis Teknis dan Implikasi bagi Trader

Secara teknikal, EUR/USD berada sekitar 1.1377 saat ini, mendekati level rendah tiga minggu setelah gagal menembus resistance intraday 1.1401. Pergerakan ini mencerminkan keseimbangan antara dukungan dari PMI positif dan tekanan dari dolar yang lebih kuat. Pemain pasar juga memperhatikan dinamika volume dan indikator jangka pendek yang masih menunjukkan tanda-tanda konsolidasi.

Dolar AS tetap didorong oleh ekspektasi kenaikan suku bunga, didukung tensi geopolitik dan tekanan inflasi dari harga minyak. Kondisi ini menjaga USD berada pada posisi kuat terhadap sebagian besar pasangan utama, termasuk EURUSD. Trader mencari konfirmasi sebelum mengambil posisi besar, dengan fokus pada data inflasi dan pernyataan bank sentral berikutnya.

Untuk strategi perdagangan, pergerakan di sekitar level penting seperti 1.13 dan 1.14 bisa menjadi fokus utama. Para trader disarankan menunggu konfirmasi arah sebelum membuka posisi. Risiko volatilitas tetap tinggi karena dinamika geopolitik dan data ekonomi yang dirilis beruntun.

banner footer