EUR/USD melemah setelah data penjualan ritel Jerman untuk Januari turun 0,9% secara bulanan, mengecewakan ekspektasi penurunan 0,2%. Pergerakan ini menambah tekanan pada euro karena fokus pasar beralih pada pelemahan data domestik dan tingkat volatilitas yang lebih tinggi. Di saat yang sama, dolar AS menguat karena meningkatnya permintaan aset aman menyusul serangan terkoordinasi AS-Israel terhadap Iran.
Pasar juga menimbang sinyal inflasi yang lebih kuat dan potensi dampaknya terhadap prospek pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve. Data tersebut memperkuat narasi bahwa laju kebijakan moneter AS bisa tetap lebih tinggi lebih lama, membatasi rebound pada pasangan mata uang berisiko saat ini. Secara keseluruhan,EURUSD tertekan oleh kombinasi risiko geopolitik dan dinamika inflasi di dalam negeri AS.
EUR/USD turun hampir 1% dan diperdagangkan sekitar 1.1740 sepanjang jam perdagangan Eropa, mencerminkan aliran masuk ke aset safe-haven serta kehendak pasar untuk menghindari risiko lebih lanjut. Sentimen risk-off juga meningkat seiring komentar dan perkembangan geopolitik yang memicu volatilitas pada instrument berisiko, termasuk pasangan mata uang utama. Para pelaku pasar menantikan data ekonomli berikutnya untuk mengonfirmasi arah tren jangka pendek.
HCOB Germany Manufacturing PMI naik menjadi 50,9 pada Februari dari 49,1 pada Januari, menandai ekspansi manufaktur dan menambah optimisme mengenai bahwa sektor tersebut sedang pulih. Pembacaan yang berada di atas angka 50 itu menambah dukungan bahwa ekonomi Jerman mampu menguat meski tekanan eksternal membayangi. Secara paralel, HCOB Eurozone Manufacturing PMI dikonfirmasi di 50,8, lebih tinggi dari 49,5, menunjukkan pemulihan yang juga berlangsung di kawasan euro secara keseluruhan.
Kedua pembacaan PMI tersebut menandai level tertinggi dalam 44 bulan, memberikan sedikit stabilitas pada landasan ekonomi kawasan. Namun, di konteks pasar yang bergejolak, berita-berita positif pada PMI tidak selalu berhasil mengubah arah utama pasangan EURUSD dalam jangka pendek. Analisis teknikal pun tetap relevan, ketika pelaku pasar menimbang faktor fundamental dan risiko geopolitik yang sedang berjalan.
Investor menantikan rilis ISM Manufacturing PMI AS nanti, dengan ekspektasi turun menjadi sekitar 52,3 dari 52,6 sebelumnya. Selain itu, data ketenagakerjaan ISM juga diawasi. Sinyal inflasi AS yang lebih kuat dan pernyataan mengenai kebijakan Fed akan menjadi penentu arah jangka pendek pada USD dan pasangan utamanya, termasuk EURUSD.
Melihat kombinasi data ekonomi dan dinamika risiko, outlook untuk EURUSD cenderung lebih bearish dalam beberapa hari ke depan. Tanda teknikal berada di wilayah yang menunjukkan tekanan jual ketika pasar menimbang risiko geopolitik dan jeda pada prospek pemangkasan suku bunga Federal Reserve. Kendati demikian, gerak harga tetap dipengaruhi oleh dinamika berita nasional dan global yang cepat berubah.
Rekomendasi perdagangan pada kondisi saat ini adalah mengambil posisi jual EURUSD dengan pembukaan di sekitar 1.1740. Target keuntungan (TP) dipertimbangkan di sekitar 1.1660, sementara stop loss (SL) berada di 1.1780 untuk menjaga angle risk-reward minimal 1:1.5. Rencana ini mencerminkan volatilitas yang dapat melengkung cepat jika data ekonomi datang lebih kuat atau ada perubahan kebijakan moneter.
Jika volatilitas meningkat atau peluang teknikal berubah, strategi alternatif mencakup penundaan eksekusi, mengurangi ukuran posisi, atau mencari peluang di instrumen lain terkait dolar. Selalu perhatikan perkembangan geopolitik dan rilis data ekonomi utama yang berpotensi mengubah tempo pergerakan EURUSD dalam waktu dekat.