
EUR/USD tergelincir mendekati level 1.1498, memperpanjang penurunan dari pekan lalu. Harga diperdagangkan di sekitar level itu mendekati level terendah dalam tiga bulan. Indeks dolar AS (DXY) berada di sekitar 101.00, mendekati puncak palla bertahan dalam rentang bulanan. Pasar menimbang arah kebijakan bank sentral utama dengan fokus pada narasi hawkish Federal Reserve.
Ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve menambah daya dorong bagi dolar. Sentimen investor juga dipengaruhi oleh perkembangan di Timur Tengah meskipun optimisme terkait US-Iran belum cukup untuk mengangkat euro. Para trader tetap waspada terhadap potensi pergeseran likuiditas jika ada kejutan data ekonomi.
Pertemuan awal antara AS dan Iran berlangsung dengan negosiasi teknis berlanjut, sementara pidato pejabat ECB menyoroti dinamika inflasi dan pertumbuhan. Pasar masih tetap fokus pada arah kebijakan Fed dan prospek pembiayaan di Eropa. Investor menunggu data ekonomi berikutnya untuk menilai arah EURUSD secara lebih komprehensif. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight, media analisis ekonomi milik Cetro.
Kebijakan moneter Amerika Serikat tetap menjadi pendorong utama di pasar valuta. Para pejabat Fed menekankan komitmen untuk menurunkan inflasi menuju target 2%, meski inflasi terbaru masih memberi tekanan pada harga. Kebijakan ini memperkuat permintaan terhadap dolar untuk saat ini.
ECB juga menghadapi dilema antara inflasi tinggi dan pertumbuhan yang melambat. Christine Lagarde menegaskan ECB harus tetap responsif terhadap kejutan Iran dan menilai bahwa belum ada bukti de-anchoring saat ini. Pasar menilai bahwa risiko sisi inflasi dan risiko pertumbuhan menjadi faktor penentu kebijakan ke depan.
Minggu ini menjanjikan rangkaian pidato pejabat ECB, data PMI global, indeks PCE AS, serta estimasi terakhir PDB kuartal pertama di AS. Data tersebut akan membawa petunjuk mengenai seberapa jauh kerangka kebijakan bank sentral dapat disesuaikan. Investor perlu menimbang risiko geopolitik dan dinamika pasar energi dalam jangka pendek.
Dinamika harga saat ini menunjukkan momentum yang lebih cenderung ke arah pelemahan EUR. Meski demikian, pergerakan tetap sensitif terhadap kejutan data ekonomi dan perubahan narasi kebijakan. Reaksi pasar terhadap rilis data akan menjadi penentu arah jangka pendek.
Rencana trading yang disarankan adalah membuka posisi jual EURUSD dengan target 1.1350 dan stop loss 1.1535. Rasio risiko/imbalan sekitar 4:1, memenuhi standar minimal 1:1.5 yang ditetapkan. Penting untuk memonitor bagaimana pasar merespons risiko geopolitik dan data moneternya.
Jika data menampilkan perbaikan signifikan pada volatilitas yield AS atau kejutan kebijakan, skenario lain bisa muncul dan memperpanjang tekanan ke bawah untuk EURUSD. Namun, tanpa sinyal balik yang mendasar, strategi utama tetap fokus pada peluang jual dengan manajemen risiko ketat.