
EURUSD turun sekitar 1.1630 pada sesi Eropa, menghampiri level terendah dalam lebih dari sebulan. Dolar AS menguat terhadap mata uang utama karena pasar menimbang potensi Fed untuk menahan pemotongan suku bunga tahun ini. Indeks dolar (DXY) melaju sekitar 0.3% mendekati 99.20, sesuai analisis terkini dari Cetro Trading Insight.
Faktor kebijakan moneter AS menjadi fokus utama. CME FedWatch menunjukkan probabilitas Fed mempertahankan suku bunga pada level saat ini sepanjang tahun mendekati 51%, sementara sisa pasar memprediksi setidaknya ada satu kenaikan suku bunga. Kondisi ini meningkatkan kekuatan dolar terhadap EUR.
Lonjakan inflasi juga mendorong ekspektasi hawkish terhadap Fed, memperkuat daya tarik obligasi AS dan mendorong imbal hasil 10-tahun ke level lebih tinggi. Dalam konteks tersebut, dinamika perdagangan internasional dan perbaikan hubungan AS-Cina memberikan beberapa dukungan terhadap dolar secara keseluruhan.
Data CPI AS mengalami lonjakan 3.8% secara YoY, yang menjadi sinyal bahwa tekanan harga tetap tinggi dan menambah argumen untuk menjaga kebijakan moneter lebih ketat. Hal ini membuat pasar menilai peluang pemangkasan suku bunga menjadi semakin kecil di sisa tahun ini.
Imbal hasil obligasi AS terus menguat sebagai respons terhadap sentimen hawkish. Yield 10-tahun berada di kisaran 4.54%, mendekati level tertinggi dalam hampir satu tahun, yang memperkuat tekanan pada EURUSD dan meningkatkan daya tarik dolar sebagai nilai lindung.
Selain faktor inflasi, dinamika hubungan perdagangan AS-Cina turut mempengaruhi pasar. Perbaikan hubungan tersebut memberi dukungan bagi pasar keuangan global, meski dampaknya terhadap EURUSD dalam jangka pendek terbatas karena fokus investor tetap pada kebijakan Bank Sentral AS dan Eropa.
Survei Reuters menunjukkan mayoritas ekonom memperkirakan ECB akan menaikkan suku bunga pada pertemuan Juni, menambah tekanan pada biaya pinjaman di zona euro. Ekspektasi ini mendongkrak mata uang euro dan berpotensi memberi dukungan teknikal bagi EURUSD bila pasar mengkoreksi.
Trader juga diperhatikan terhadap volatilitas menjelang keputusan ECB, karena kejutan kebijakan dapat memicu pergerakan tajam. Manajemen risiko menjadi kunci, dan trader sebaiknya mengkaji level support/resistance untuk rencana entry dan exit.
Secara umum, perbedaan arah kebijakan antara Fed dan ECB mendorong pendekatan analisa fundamental. Berdasarkan skenario saat ini, risk-reward mendekati 1:1.5 untuk posisi jual EURUSD di level harga saat ini, dengan target di sekitar 1.1540 dan stop di sekitar 1.1690.