
EUR/USD tetap tertinggal di bawah level 1.1370 setelah mencapai titik terendah 13 bulan di 1.1324. Pergerakan pasangan mata uang ini menunjukkan bahwa tekanan di sisi euro tetap dominan meskipun ada pembalikan dari level terendah tersebut. Analisis teknikal menunjukkan batasan pada kenaikan euro tanpa adanya dorongan baru dari data ekonomi.
Langkah korektif kemarin tidak mengubah tren utama secara signifikan, karena para pelaku pasar menahan diri sebelum data utama dirilis. Fokus investor tertuju pada kejutan negatif dari kepercayaan konsumen Jerman yang melemah dan membuat euro kesulitan menembus resistance di 1.1370. Ketidakpastian geopolitik juga menambah volatilitas jangka pendek di pasangan ini.
Di sisi lain, dolar Amerika mendapat dukungan dari harapan bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada paruh kedua tahun ini. Pasar menantikan rilis indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi PCE AS untuk menyimak sinyal tekanan inflasi. Karena tekanan harga diperkirakan memanas, beberapa analis menilai bagaimana hal itu akan memengaruhi pergerakan mata uang dan komoditas secara keseluruhan.
Indeks kepercayaan konsumen Jerman untuk Juli menguat sedikit menjadi -29,2 dari -29,7 bulan sebelumnya. Pembacaan tersebut tetap berada pada zona negatif dan di bawah ekspektasi pasar sekitar -27,5. Meskipun ada perbaikan kecil, suasana konsumen tetap suram dan membatasi optimisme terhadap aktivitas ekonomi.
Menurut Nuremberg Institute for Market Decisions, suasana konsumen telah stabil dalam beberapa bulan namun tetap lebih lemah dibanding sebelum konflik regional bermula. Perbaikan moderat yang terlihat datang dari harapan pendapatan yang lebih positif, tetapi kemauan untuk membeli tetap rendah. Secara keseluruhan, konsumen memperkirakan kondisi ekonomi memburuk dalam 12 bulan mendatang.
Di pasar mata uang, dolar AS mendapatkan dukungan dari ekspektasi kenaikan suku bunga Fed di sisa tahun ini. Fokus investor beralih ke rilis PCE Price Index untuk mengonfirmasi jalur kebijakan moneter. Sementara itu, konsensus pasar memperkirakan inflasi akan meningkat, menambah tekanan pada EURUSD meskipun harga minyak turun pada bulan sebelumnya.
Indeks PCE yang menjadi ukuran inflasi utama diperkirakan melonjak menjadi 4,1% secara tahunan, level tertinggi dalam tiga tahun, sementara inti PCE diperkirakan di atas 3,4% untuk 12 bulan hingga Mei. Proyeksi ini menambah kekhawatiran mengenai tekanan inflasi yang tetap tinggi meskipun data sebelumnya menunjukkan beberapa tanda stabilisasi. Data tersebut menjadi fokus utama pasar jelang rilis resmi.
Rilis data PCE yang lebih panas memperkuat peluang bahwa Federal Reserve akan mempertahankan sikap kebijakan yang lebih agresif jika inflasi tidak melunak. Pasar juga menilai bagaimana dinamika harga komoditas, termasuk minyak, mempengaruhi jalur kebijakan di sisa tahun. Ekspektasi inflasi yang tinggi turut menambah tekanan pada dolar AS terhadap euro.
Menurut narasi pasar saat ini, tekanan inflasi tampaknya akan terus mendominasi pergerakan pasar dan mendukung dolar dibandingkan euro. Ekspektasi kenaikan suku bunga pada tahap lanjutan tahun ini menjadi faktor utama yang dapat membatasi reli EURUSD. Dengan demikian, pergerakan pasangan mata uang ini tetap sensitif terhadap data inflasi, kebijakan moneter, dan dinamika harga minyak global.